INFO

15 Hektare Lahan Program Pengembangan Bawang Merah di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Sugianor mengatakan, pihaknya terus mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pengembangan tanaman bawang merah.

Terlebih selama ini komoditas bawang merah yang dikonsumsi untuk keperluan masyarakat di “Kota Cantik” Palangka Raya kebanyakan masih berasal dari pasokan luar daerah.

“Program untuk pengembangan bawang merah di Palangka Raya selama ini telah ada. Maka itu kami terus mendorong pemerintah kota (pemko) melalui instansi teknis untuk mengoptimalkan,” katanya.

Ungkap Sugianor, Palangka Raya selama ini masih bergantung kepada pasokan bawang merah dari luar kota, bahkan luar pulau Kalimantan. Hal ini yang membuat komoditas tersebut kerap mengalami kelangkaan hingga kenaikan harga di pasaran.

“Palangka Raya bisa saja menjadi penyuplai bawang merah, walaupun dengan segala kekurangan yang ada. Namun tak mustahil potensi pertanian ini dapat dikembangkan sepanjang ada kemauan,” cetusnya, Selasa (28/5/2019).

Lanjut Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kalteng ini mengungkapkan, jika wilayah Palangka Raya ini memiliki potensi yang bagus di sektor pertanian, hanya saja dukungan terhadap petani yang belum maksimal dilakukan.

Contohnya di Kelurahan Kalampangan, jika pertaniannya dikelola dan petaninya didukung dengan baik, maka tidak mustahil hasil pertaniannya akan melimpah.

“Pelatihan, penyuluhan atau pengadaan bibit unggul bagi petani, perlu diperkuat oleh pemerintah daerah. Kuncinya pemerintah harus pintar melihat kesempatan yang ada,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya tahun ini memprogramkan penyediaan 15 hektare (ha) lahan, untuk pengembangan tanaman bawang merah. Program itu diharapkan sebagai upaya optimalisasi komoditas bawang merah di Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*