INFO
Ada 385 Rumah Makan Tidak Aktif

Ada 385 Rumah Makan Tidak Aktif

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Realisasi pajak restoran atau rumah makan di Kota Palangka Raya juga terus naik. Di 2014 realisasinya Rp5,2 miliar dan 2016 sebesar Rp8,8 miliar.

Kemudian di 2017 naik lagi menjadi Rp9,2 miliar dan 2018 naik lagi menjadi Rp11 miliar. Padahal jika dilihat jumlah objek pajak banyak yang tidak aktif.

Berdasarkan data dari Tim Ahli Analisa Potensi Pajak Daerah Kota Palangka Raya dari Universitas Brawijaya di 2014 ada 52 restoran atau warung makan tidak aktif.

Kemudian di 2015 ada 76 warung makan tidak aktif, 2016 ada 79 warung makan tidak aktif, 2017 ada 89 warung makan tidak aktif, dan 2018 ada 385 warung makan tidak aktif.

Tim Ahli Analisa Potensi Pajak Daerah Kota Palangka Raya dari Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, Titov mengatakan jika data wajib pajak yang tidak aktif tersebut dioptimalkan, maka realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak restoran bisa digenjot lagi.

Tim merekomendasikan kepada Pemerintah Kota Palangka Raya jika ingin meningkatkan PAD pajak restoran maka cara yang harus dilakukan adalah dengan meng-update data base wajib pajak katanya di ruang PK II, kantor Walikota Palangka Raya, Senin (24/6/2019) pukul 13.00 WIB.

Bisa juga mengadakan pilot project pajak restoran secara online, insentif fiskal, peningkatan sosialisasi dan pengawasan, serta mengembangkan destinasi kuliner. (MC. Isen Mulang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*