INFO
Alat Pengukur ISPU Tidak Berfungsi

Alat Pengukur ISPU Tidak Berfungsi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Alat pengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) yang berada di Kota Palangka Raya tampaknya kembali tidak berfungsi. Akibatnya kualitas udara tidak dapat dideteksi  dengan data valid.

Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Bowo Budiarso,  tidak menepis jika kondisi alat pemantau kualitas udara, seperti yang terlihat di Bundaran Besar Palangka Raya dalam keadaan tidak beroperasional.

“Alat itu perlu mendapatkan maintenance secara rutin. Hingga kini pihak Kemen LHK sebagai otoritas pemilik alat  belum melakukan, ” ungkapnya, Rabu (17/7/2019).

Dikatakannya, alat pengukur ISPU tersebut memang wewenangnya dimiliki oleh pihak kementerian pusat, baik dari segi hardware hingga software aplikasi untuk mengolah data udara. Sementara pihak DLH hanya sebagai pihak penyedia lokasi aset untuk penempatan alat ukur tersebut.

“Alat pengukur ada di lokasi dekat Kantor Kecamatan Jekan Raya yang terkoneksi dengan ISPU.Mulai dari perawatan hingga perbaikan merupakan kewenangan Kemen LHK,” terang Bowo.

Tidak hanya itu lanjut dia, dalam sistem mengolah data, maka data yang masuk ke alat tersebut, akan langsung dikirimkan ke pusat, setelah diolah barulah dikirimkan kembali ke Lab DLH.

Pihak DLH sendiri sudah menyampaikan ke Kemen LHK untuk segera melakukan perbaikan, namun hingga sekarang masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak pusat.

“Dampaknya, sampai sekarang kita belum mendapatkan data yang valid. Seperti Display ISPU di Bundaran Besar tak berfungsi,” bebernya.

Sementara itu Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan segera melakukan komunikasi bersama dengan pemerintah provinsi serta pemerintah pusat mengenai kerusakan alat ukur ISPU tersebut.

“Upaya koordinasi mengenai bencana karhutla ini terus kami lakukan, baik dari pemerintah daerah maupun pusat. Untuk alat pengukur kualitas udara, saat ini bisa kita gunakan milik BNPB untuk mengetahui perubahan kualitas udara dari hari ke hari,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*