INFO
Bikin Pontang Panting, Karhutla 2015 Jangan Kembali

Bikin Pontang Panting, Karhutla 2015 Jangan Kembali

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Patroli bersama, sekaligus memeriksa kesiapan sarana dan prasarana serta mengambil keputusan yang cepat, menjadi salah satu upaya dari pencegahan dini bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal tersebut di sampaikan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Supriyanto.

Pemateri pada kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kelurahan Langkai Kecamatan Pahandut Palangka Raya, Supriyanto menekankan pentingnya menekan ancaman karhutla.

“Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, dimana karhutla pada 2015 lalu, bikin kita pontang panting. Agar tidak terulang, maka diperlukan upaya pencegahan,” tegasnya, Senin (8/7/2019), di aula Kelurahan Langkai.

Menurut Supriyanto, peran serta pihak swasta dan masyarakat sangat penting. Terkhusus pihak swasta jika memiliki area lahan, maka konsekuensinya harus bisa memelihara, merawat dan mengamankan.

“Penting bagi pihak swasta dalam mencegah karhutla ini,” sebutnya.

Perlu diingat tambah Supriyanto, setiap terjadinya karhutla, maka akan berdampak negatif dalam berbagai sendi kehidupan.

Seperti, menyebabkan emisi gas karbondioksida melalui asap, rusaknya habitat/lingkungan ekosistem hutan lindung, termasuk satwa liar dan flora yang bisa saja menimbulkan kepunahan.

“Bahayanya lagi yakni meningkatnya jumlah penderita ISPA (inspeksi saluran pernapasan akut), kanker paru-paru, TBC dan asma,” ujarnya.

Tak kalah menyedihkan tambah dia, karhutla bisa mengganggu aktivitas dunia pendidikan, transportasi udara, darat dan sungai, hingga perdagangan.

“Maka itu wajar, ketika pemerintah dengan tegas melarang adanya aktivitas membakar lahan. Jika melanggar tentu akan berhadapan dengan hukum,” tandasnya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*