INFO
Budaya Betang Perwujudan Bumi Pancasila

Budaya Betang Perwujudan Bumi Pancasila

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sesepuh Kalteng Sabran Ahmad mengatakan, bukan tanpa alasan apabila Provinsi Kalimantan Tengah selama ini mendapat julukkan Bumi Pancasila.

Hal itu didasari cara hidup kearifan lokal masyarakatnya terutama suku Dayak yang telah memiliki filosopi dan karakter historis yang mengandung unsur-unsur Pancasila di dalamnya.

“Kalteng mengenal ‘Budaya Betang’. Artinya apa, masyarakatnya tidak mengenal raja, tidak mengenal strata atau tingkatan bahkan tidak mengenal darah biru sekalipun. Semuanya memiliki status dan kedudukan yang sama,”ungkap Sabran, Senin (1/6/2020).

Dalam budaya Betang kata dia, sisi kehidupan masyarakat telah terpatri dan itupun semuanya ada tertuang sebagaimana unsur di dalam Pancasila.

Pertama, orang Dayak sebelum adanya negara ini, sudah percaya secara turun temurun akan kekuatan Sang Pencipta ‘Ranying Hatalla Langit’ (Tuhan yang Maha Esa).

Kemudian kedua, orang Dayak sangat menjunjung sikap manusiawi, takut berbuat salah, sehingga percaya akan kekuatan hukum adat.

Lalu ketiga, orang Dayak, memiliki jati diri yang teguh, kuat dan memiliki rasa untuk melindungi antar sesama. Berikutnya, orang Dayak selalu mengedepankan jiwa musyawarah untuk mufakat ketika menyelesaikan perkara ataupun permasalahan.

Terakhir, sikap memiliki jiwa sosial telah ditunjukkan oleh orang Dayak. SepertI wujud nyata adanya Huma Betang sebagai simbol keterbukaan sosial, menjunjung tinggi keberagaman hingga bersama-sama membangun kehidupan bersama.

“Nah, ini semua telah melekat dan menjadi unsur-unsur kehidupan masyarakat Kalteng sekaligus mewujudkan pilar-pilar sebagaimana yang terkandung dalam Pancasila,”jelas Sabran. (MC. Isen Mulang.1/dk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*