INFO
Budaya Manugal yang Dilakukan Warga Mungku Baru

Budaya Manugal yang Dilakukan Warga Mungku Baru

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Manugal merupakan sebuah tradisi menanam padi yang dilakukan oleh masyarakat adat Dayak yang hingga saat ini masih sering dilakukan, tidak terkecuali yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya.

“Kecamatan rakumpit  khususnya di kelurahan Mungkubaru  mayoritas suku Dayak sangat menjaga kearifan budaya lokal. Tradisi ini dijaga secara turun temurun hingga sekarang, bercocok tanam dengan cara manugal,” ungkap Sekretaris Camat Rakumpit Sri Utomo didamping Lurah Mungkubaru Wagiman kepada Media Center Isen Mulang Palangka Raya, Minggu (29/9/2019).

Dikatakan, manugal merupakan menanam padi secara tradisional dengan menggunakan kayu yang dibuat seperti alu yang dilancipkan ujungnya sehingga mudah untuk membuat lubang di tanah, dan ini biasanya dilalukan oleh kaum bapak, karena tenaganya lebih kuat, lanjutnya.

Sedangkan tugas kaum ibu yakni menaburkan benih padi di dalam lubang yang sudah dibuat oleh kaum bapak. Tidak terkecuali tua maupun anak muda juga ikut bersama manugal.

Cara ini dilakukan secara  gotong royong oleh masyarakat dalam satu kelurahan, dengan cara handep bergantian, balas membalas, jika hari ini di tempat saya, siapa yang datang saya harus membalas datang juga ke tempat mereka, contohkan Utomo.

Mengingat suku Dayak dari zaman dulu hingga sekarang sangat bergantung pada alam, dan menugal ini dilakukan biasanya setahun sekali, di laksanakan dikisaran bulan Oktober sampai November.

Kegiatan manugal ini mencerminkan betapa luar biasanya hubungan silaturahmi suku Dayak karena dilakukan secara bergantian di ladang masyarakat yang ikut dalam manugal. Manugal ini mencerminkan kerjasama dan gotong royong untuk kesejahteran bersama, pungkasnya. (MC. Isen Mulang/ Ykris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*