TERKINI
Budayakan Manyipet Olahraga Khas Dayak

Budayakan Manyipet Olahraga Khas Dayak

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sebagai upaya melestarikan budaya dan kearifan lokal di Bumi Tambun Bungai, Dinas Kebudayaan dan Pariwisara (Disbudpar) Provinsi Kalteng melalui UPT Museum Balanga Palangka Raya, mengggelar lomba olahraga tradisonal manyipet (manyumpit).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Museum Balanga tersebut di buka secara langsung Kepala Disbudpar Kalteng, Guntur Talajan, Kamis (8/10/2020).

Dalam kesempatan itu Guntur mengatakan, sipet, mandau, talawang dan tombak bagi suku Dayak di Kalimantan Tengah, dikenal sebagai seperangkat peralatan perang maupun sebagai alat pendukung untuk berburu.

“Alat-alat tersebut kini telah menjadi bagian dari kearifan lokal maupun nilai dari warisan budaya Kalteng yang harus dilestarikan,”ungkap Guntur.

Menurutnya, untuk melestarikan warisan leluhur tersebut, maka Disbudpar Kalteng terus gencar mengenalkan kepada kalangan masyarakat maupun generasi muda tentang kearifan lokal maupun nilai dari warisan budaya.

“Seperti halnya sipet yang merupakan senjata khas Dayak. Kita mengenalkan kepada setiap generasi senjata ini, namun dalam bentuk olahraga tradisional manyipet atau manyumpit ,”ucap Guntur.

Dikatakan, yang melatar belakangi perkembangan dan pertumbuhan permainan manyipet atau manyumpit ini adalah tuntutan dari penggunaannya alat tersebut oleh suku Dayak.Namun demikian, kepandaian menyipet ini harus ditempa hingga tercapai suatu tingkat keterampilan yang dapat diandalkan.

“Maka itu pentingnya kita mengenalkan senjata khas Dayak ini dalam bentuk olahraga tradisional manyipet. Sebagaimana yang digelar pihak Museum Balanga adalah wujud melestarikan kebudayaan,” cetus Guntur.

Di tempat yang sama Kepala UPT Museum Balanga, Hasanudin menambahkan, digelarnya kegiatan lomba manyipet tersebut sebagai cara pihak museum untuk membangkitkan kembali semangat melestarikan nilai budaya dan kearifan lokal.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana mempromosikan Museum Balanga yang kini sudah kembali di buka setelah lama di tutup sejak pandemi covid-19 merebak,”ujarnya.

Disebutkan Hasanudin, lomba manyipet tersebut diikuti peserta dengan kategori umum, mahasiswa hingga pelajar tingkat sekolan menegah atas, dengan memperebutkan tropi dan uang pembinaan. (MC. Isen Mulang.1/mt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*