INFO

Daging Anjing Bukan Bahan Pangan untuk Komsumsi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemko Palangka Raya di tengah persiapan vaksin rabies, juga  menggalakkan kampanye larangan mengkonsumsi daging anjing. Kampanye ini sebagai bentuk dukungan pada perlindungan hewan domestik dan pencegahan zoonosis (penyakit menular dari hewan).

Larangan tersebut juga untuk mendukung Kota Palangka Raya yang bebas dari rabies, “Semestinya perdagangan daging anjing dihentikan, karena kota Palangka Raya yang belum penuh bebas rabies,” ujar drh Ganjar Priyatno, sebagai dokter hewan yang dimiliki Pemko Palangka Raya, disela rapat saat menghadiri rapat Persiapan Pelaksanaan Vaksinasi Rabies di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya, Jalan G.Obos XI Palangka Raya, Rabu (20/2/2020).

Padahal, salah satu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menyebutkan bahwa anjing tidak termasuk hewan yang bisa dikonsumsi karena bukan merupakan sumber hayati produk peternakan, pertanian, atau sejenisnya, tegas drh. Ganjar.

Disampaikan juga oleh drh. Ganjar, terlepas dari itu, konsumsi daging anjing juga bisa menjadi masalah bagi kesehatan, bahwa kontak langsung, seperti memotong anjing yang tidak mendapatkan vaksin, berisiko menularkan rabies dan infeksi bakteri lainnya.

Tentu saja kami tidak serta merta langsung melarang, akan ada sosialisasi dan edukasi  nanti, dan juga tidak mungkin indormasi ini dapat tersampaikan dengan baik tanpa dukungan masyarakat, pemerintah dan juga pers sebagai kepanjangan tangan kami untuk menyampaikan informasi ini, tutur drh. Ganjar. (MC. Isen Mulang/Bambang/nd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*