INFO

Di Kalteng Akan Di Bangun Fasilitas Pengolahan Limbah Medis B3

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan Rapat Kajian Pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Ruang Rapat Peteng Karuhei II Kantor Walikota Palangka Raya, kamis (01/10/2020).

Rapat dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Amandus Frenaldi, dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkuhan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, Essau Tambang dan beberapa OPD Kota Palangka Raya.

Essau Tambang menjelaskan agenda rapat menindaklanjuti surat Sekda Provinsi Kalimantan Tengah tentang bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup berupa pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah untuk Kalimantan Tengah.

Amanat Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Bahan Berbahaya dan Beracun atau sering disingkat dengan B3 adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Lebih lanjut, Essau Tambang mengatakan “Sebelum masa pandemi covid-19, jumlah sampah medis B3 Kalimantan Tengah khususnya Kota Palangka Raya sudah sangat tinggi sekitar 80 Ton setiap tahunnya dan mengeluarkan biaya antara Rp.30.000 sampai Rp.60.000 untuk setiap kilo pengolahan sampah tersebut”.

Sedangkan sebaran Perusahaan Pengolahan Limbah B3 Medis untuk seluruh Indonesia hanya memiliki beberapa unit saja dan hanya terdapat di 6 (Enam) Provinsi.

Provinsi terdekat yang dijadikan wadah pengolahan limbah medis di wilayah kalimantan terletak di Provinsi Kalimantan Timur, termasuk Kalteng mengirim limbah medis ke Provinsi tetangga tersebut, dikarenakan Provinsi Kalimantan Tengah belum memiliki fasilitas pengolahan limbah medis B3.

“Di masa pandemi ini, jumlah sampah medis B3 meningkat lebih dari 100% sehingga biaya untuk pengolahan sampah menjadi sangat besar ungkap Essau.

Dengan adanya bantuan dari Pusat yakni pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah medis untuk Kalimantan Tengah.

Yang akan di bangun pada tahun 2021 di wilayah Kota Palangka Raya, maka diharapkan juga akan menjadi sumber tambahan PAD bagi Pemerintah Kota Palangka Raya dari sektor pengolahan limbah medis tersebut,” tutup Essau Tambang. (MC Isen Mulang/Ridho/mt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*