INFO

Dirjen Perencanaan Pengendalian Penduduk BKKBN Hadiri Pencanangan Kampung KB di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Direktur Jenderal Perencanaan Pengendalian Penduduk BKKBN, Beny Benu menghadiri acara pencanangan Kampung KB di Kota Palangka Raya, Kamis (30/3/2016).

Acara pencanangan Kampung KB se-Kota Palangka Raya ini dipusatkan di Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya. Setiap Kecamatan di Palangka Raya diambil satu kelurahan sebagai Kampung KB.

Dalam sambutannya Beny Benu yang juga mantan Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah ini mengatakan asal usul Kampung KB bukan program BKKBN, tapi merupakan program pemerintah.

Di mana program Kampung KB ini memiliki dua makna. Pertama, Kampung KB memberi arti kembali tergaungkannya program KB yang sejak lama tenggelam di era 1980-an. Makna kedua, Kampung KB adalah suatu manivestasi dari implementasi Nawa Cita ketiga Presiden Joko Widodo dari sembilan agenda prioritas yaitu membangun mulai dari pinggiran.

Di mana target secara nasional, pada 2016 satu Kabupaten satu Kampung KB dan pada 2017 ini satu Kecamatan satu Kampung KB, dan ternyata untuk Kota Palangka Raya terdapat satu kelurahan yang dicanangkan sebagai Kampung KB.

Beny mengatakan pada 2018 pemerintah menargetkan 50 persen dari desa-desa tertinggal ditetapkan sebagai Kampung KB dan pada 2019 masa akhir pemerintahan Kabinet Kerja, seluruh Desa tertinggal sudah ditetapkan sebagai Kampung KB.

Dikatakan, secara kualitas indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia, menurut data UNDP bahwa Indonesia masih menduduki rangking ke-108 dari 187 negara, dimana 60 persen penduduk Indonesia adalah lulusan Sekolah Dasar.

Sementara itu berdasarkan survei demografi kesehatan Indonesia, pada 2012 program KB belum menunjukan hasil menggembirakan. Laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,49 persen, sementara total per vertility rate stagnan pada angka 2,6.

Sedangkan capaian program KB di Kalteng diketahui laju pertumbuhan penduduk 1,79 persen masih cukup tinggi dibanding angka Nasional 1,49 persen.

Peserta KB aktif di Kalteng mencapai 67 persen. Pasangan usia subur yang tidak terpenuhinya kebutuhan ber-KB 6,7 persen atau berada di bawah rata-rata nasional, sedangkan usia menikah rata-rata 20 tahun dan rata-rata lama sekolah 8,6 persen atau tidak tamat SMP.

Di Kalteng, angka kematian bayi 48/100.000 dan angka kematian ibu 208/100.000 atau di atas angka nasional. Kondisi ini menurut Beny Benu merupakan fakta di lapangan yang perlu dilakukan langkah operasional guna penanganan masalah kependudukan. (MC. Isen Mulang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*