INFO
Disdik Belum Ambil Kebijakan atas Kabut Asap Kembali Menyaput

Disdik Belum Ambil Kebijakan atas Kabut Asap Kembali Menyaput

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kabut asap imbas dari sejumlah peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yang terjadi di Kota Palangka Raya maupun kabupaten lainnya di Kalteng, tampaknya kian berdampak terhadap  kualitas udara di wilayah kota Palangka Raya.

Seperti dalam dua hari terakhir, asap pekat diikuti bau menyengat sejak pagi hingga sore hari cukup terasa.
Padahal dalam beberapa pekan terakhir, kabut asap di wilayah Kota Palangka Raya sempat menghilang, akibat turunya hujan deras. Namun kondisi udara pun mulai berubah, manakala kembali hujan tak kunjung turun. Ditambah lagi terjadinya karhutla, alhasil kabut asap pun mulai menyaput.

“Hingga saat ini kami belum mengambil kebijakan, yakni untuk meliburkan peserta didik. Baik pada tingkat TK atau PAUD, SD  dan SMP,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya Sahdin Hasan, Kamis (5/9/2019).

Menurutnya, meski belum mengambil kebijakan ataupun menginstruksikan sekolah untuk meliburkan belajar peserta didik, akan tetapi pihak Disdik terus memonitor dan memantau kondisi kualitas udara akibat kabut asap.

“Ya, kondisi kabut asap di wilayah Palangka Raya ini tidak menentu. Terkadang hilang dan terkadang menyaput. Intinya kita masih memantau situasinya, sebelum mengambil kebijakan tepat,” ujar Sahdin.

Disatu sisi yang bisa dilakukan lanjut dia, tidak lain meminta pihak sekolah dan para orangtua siswa untuk mengingatkan anak didiknya menggunakan masker saat beraktivitas kesekolah maupun pulang sekolah. Serta mengurangi jam bermain di luar sekolah.

Dikatakan, apabila dalam beberapa hari terakhir kondisi kabut asap terus menyaput, maka bisa saja Disidk mengambil langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengurangi jam pelajaran serta memundurkan jam masuk sekolah, atau kebijakan seperti meliburkan siswa sekolah.

“Intinya, saat ini proses pembelajaran terus berlangsung. Praktik olah raga atau kegiatan lain yang berbentuk kegiatan fisik di lapangan kita imbau ditiadakan dan diganti dengan pembelajaran teori di dalam ruang kelas,” jelas Sahdin.

Selebihnya ia berharap kabut asap yang kembali terjadi ini tidak sampai mengganggu kegiatan belajar disekolah. Jika sampai terganggu jam pelajaran maka pencapaian kalender pendidikan akan sangat terpengaruh. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*