INFO

Disperindag Undang LKK Bahas Lokasi Pasar Ramadan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban mengumpulkan seluruh lembaga kemasyarakatan kelurahan (LKK) dan perwakilan dari Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) untuk membahas penetapan lokasi pasar wadai atau pasar Ramadan, Jumat (12/5/2017).

Dalam rapat ini seluruh LKK hadir, kecuali pengurus Masjid Salahudin Jalan Yos Sudarso. Rapat ini dilakukan karena tidak lama lagi seluruh umat Islam akan menjalankan ibadah puasa.

Sudah menjadi tradisi, pasar wadai selalu diadakan untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa. Melalui pasar wadai ini diharapkan umat Islam maupun umat yang lainnya dengan mudah mendapatkan berbagai menu untuk berbuka selama Ramadan.

Aratuni menjelaskan alasan pemerintah kota perlu mengumpulkan pengurus LKK untuk membahas pasar wadai ini untuk memastikan keberadaan pasar Ramadan terkoordinir, sehingga terkesan tidak liar.

“Meski yang mengelola maupun yang mendirikan lapaknya diserahkan kepada LKK, namun pasar wadai tetap kita koordinir agar kebutuhan pedagang terakomodir,” tuturnya.

Untuk sementara lokasi pasar wadai ditetapkan diempat lokasi seperti tahun lalu. Yakni di Pasar Kahayan, Jalan AIS Nasution, depan Masjid Salahudin Jalan Yos Sudarso, dan Pasar Rajawali.

Dalam rapat ini belum diputuskan final berapa lapak yang harus dibangun untuk pasar wadai, karena ada beberapa pengurus LKK belum bisa hadir.

Namun khusus di Pasar Kahayan masih sama seperti tahun lalu 47 lapak. “Sampai saat ini sudah ada 30 orang yang sudah pesan lapak,” kata Ketua LKK Pasar Kahayan, Abdullah.

Dalam rapat ini Aratuni juga meminta kepastian dari LKK agar saat dibukanya pasar wadai nanti para pengunjung digratiskan dari biaya parkir. Strategi parkir gratis agar warga akan lebih banyak yang datang ke pasar wadai.

Sementara itu pengurus LKK Palangka, M Nor memastikan jika saat Pasar Ramadan nanti digelar semua pengunjung tidak akan dipungut biaya parkir. Kebijakan parkir gratis ini sudah pernah ditarapkan pada 2016.

“Nantinya tetap ada penjaga parkirnya. Tugas mereka hanya untuk mengatur kendaraan agar tersusun rapi. Kalau ada pengunjung yang mau memberi uang parkir, kami tolak,” tandasnya. (MC. Isen Mulang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*