INFO
Divisi Humas Polri Gelar Literasi Media

Divisi Humas Polri Gelar Literasi Media

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Divisi Humas Polri menggelar kegiatan literasi media bagi penggiat media sosial di wilayah Provinsi Kalteng, Rabu (21/8/2019) di Hotel Luwansa Jl. G. Obos Palangka Raya.

Kegiatan literasi media dengan tema ” Cerdas Bermedia Sosial Untuk Mewujudkan SDM Unggul dan Indonesia Maju” ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kominfo, CEO Good News From Indonesia dan Divisi Humas Mabes Polri.

Hendrasmo, Staf Ahli Kementerian Kominfo sebagai narasumber sampaikan bahwa saat ini merupakan era keemasan dan kejayaan untuk mendapatkan informasi apa saja dengan adanya kemajuan dan perkembangan teknologi. Tantangan yang harus dihadapi bagi generasi millenial adalah tenaga kerja kedepan semua terkoneksi dan semua menggunakan teknologi menuju revolusi 4.0.

Lanjut Hendrasmo, teknologi juga ada sisi negatif dan sisi positifnya. Dari sisi negatif, generasi muda saat ini mengalami destruksi penggunaan teknologi, membuat pemikiran menjadi dangkal dan bersifat instan.

Mempunyai pengaruh besar terhadap jurnalisme market. Untuk itu siapa saja yang menulis dan menyampaikan informasi lewat media online harus bertanggungjawab dan kredibel supaya tidak menimbulkan kekacauan informasi.

Wahyu Aji, narasumber dari CEO Good News From Indonesia katakan bahwa Bed News akan membuat pesimis generasi muda indonesia. Sedangkan Good News akan membuat optimis generasi muda indonesia.  Ada enam literasi dasar yang bisa dilakukan yaitu melalui baca-tulis numerasi, sains, finansial, digital serta budaya dan kewargaan. Persoalan yang semestinya secepatnya kita atasi adalah tingkat literasi yang masih rendah, mengakibatkan kualitas berwacana dan berdiskusi juga rendah, sehingga timbul hoax, ujaran kebencian dan saling caci, dan akhirnya menimbulkan masalah hukum dan sosial.

Heru Yulianto, narasumber dari Devisi Humas Mabes Polri katakan bahwa saat ini platform media sosial youtube yang paling aktif yaitu 88% diantara media sosial lainya. Frekuensi pengguna internet 79 % per hari.

Penyalahgunaan media sosial akan berpotensi timbulnya kerusuhan dan ketahanan sosial diantaranya anti pancasila dan pemerintah yang sah,  radikalisme, terorisme, agitasi, adu domba, ujaran kebencian, hoax, provokatif, propaganda dan informasi yang tidak jelas sunbernya.

Lanjut Heru,  faktor utama yang menyebabkan hoax mudah tersebar adalah ” adanya kecenderungan masyarakat indonesia yang kurang bertanggungjawab dalam bermedia sosial dan ingin menjadi orang pertama dalam menyebar berita”.

Salah satu upaya Divhumas Polri dalam menanggulangi konten hoax adalah memonitor setiap berita dalam melakukan penindakan dengan memberikan stempel “HOAX” kemudian disebarkan kembali pada masyarakat.

Polri berupaya memberikan sosialisasi literasi cerdas bermedia sosial seperti yang kita lakukan hari ini, dengan harapan masyarakat menjadi cerdas dalam mengkonsumsi media. Lawan konten negatif dengan konten positif, tingkatkan ketahanan sosial dan lawan hoax, tutup Heru.

Kegiatan ini diakhiri dengan deklarasi yang diucapkan oleh peserta penggiat literasi media sosial yaitu media sosial yang berbunyi ” kami masyarakat kalimantan tengah menolak keras semua bentuk kejahatan siber”.( MC. Isen Mulang/win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*