INFO
DPRD Tanah Bumbu Pelajari Pajak dan Retribusi di Kota Cantik

DPRD Tanah Bumbu Pelajari Pajak dan Retribusi di Kota Cantik

MEDIA CENTER, Palangka Raya – DPRD Palangka Raya kembali menerima kunjungan kerja anggota legislatif DPRD daerah tetangga. Kali ini para wakil rakyat dari DPRD Tanah Bumbu atau Tanbu yang datang bertandang, Senin (27/1/2020).

Adapun kedatangan rombongan anggota dewan dari kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan tersebut dipimpin langsung Supiansyah ZA yang merupakan Ketua DPRD Kabupaten Tanah Bumbu. Dalam kunjungan ini mereka ingin mempelajari hal-hal yang terkait dengan pengembangan jasa kuliner serta penerapan pajak dan retribusi pada jasa usaha.

Kedatangan para anggota DPRD Tanah Bumbu tersebut diterima oleh Wakil Ketua I Komisi C DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi didampingi jajaran Sekretariat DPRD Palangka Raya lainnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Rawang serta Kepala badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban.

“Kegiatan kunker anggota DPRD Tanah Bumbu ke Kota Cantik Palangka Raya ini adalah untuk mempelajari bagaimana pengembangan jasa kuliner serta penerapan pajak dan retribusi bagi pelaku usaha jasa dalam berbagai bidang,”ungkap Supiansyah.

Dikatakan, pengembangan usaha kuliner di Kota Palangka Raya mampu berjalan baik. Terutama dalam hal penataan para pedagang, sehingga akan mempermudah pemerintah kota dalam hal penyerapan pajak dan retribusi.

Disisi lain Kota Palangka Raya selama ini mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber pada bidang usaha dan jasa, sehingga sumber-sumber penarikan pajak dan retribusi diberlakukan semua.

“Tadi kami mendapat penjelasan, bahwa penghasilan para pelaku usaha jasa kuliner Rp 200 ribu juga dikenai pajak. Kalau di Tanah Bumbu, penghasilan Rp 1 Juta pun tidak dikenai pajak,”beber Supiansyah.

Selain itu lanjut dia, banyak sumber-sumber pajak dan retribusi yang telah diberlakukan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya, seperti dari sektor hotel; restoran, rumah makan, diskotik maupun karaoke. Termasuk PAD yang bersumber dari pajak dan retribusi minuman keras yang sudah berizin.

Terlepas dari itu semua imbuh Supiansyah, banyak hal yang didapat dari kegiatan kunker di Kota Palangka Raya, baik terkait pajak dan retribusi maupun upaya pengembangan wisata kuliner.

“Tentu banyak hal yang bisa kami terapkan di Kabupaten Tanah Bumbu, dimana kabupaten kami juga memiliki banyak sumber pajak, termasuk dari sektor wisata. Hanya saja secara aturan masih belum maksimal dijalankan,”terangnya.

Sementara itu Wakil Ketua I Komisi C DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi mengatakan, kunker tersebut merupakan kegiatan strategis untuk saling sharing dan memberikan masukan demi mendorong kemajuan pembangunan.

“Kita saling memberikan masukan dan solusi, semuanya bertujuan untuk kepentingan masyarakat,”tutupnya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*