INFO
DPRD Tanah Datar, Penasaran Lihat Kota Cantik

DPRD Tanah Datar, Penasaran Lihat Kota Cantik

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Santernya kabar wilayah Kota Palangka Raya akan menjadi Ibukota Pemerintahan Republik Indonesia. Ternyata mengundang rasa penasaran banyak pihak untuk mengenal lebih dekat bagaimana kondisi, situasi maupun tata kelola pembangunan di Kota Cantik (julukan Palangka Raya).

Seperti pada Senin (29/7/2019) pagi, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, menerima kunjungan kerja (Kunker) para wakil rakyat dari DPRD Tanah Datar Provinsi Sumatra Barat.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra membawa 11 anggota DPRD serta dua orang dari Sekretariat Dewan setempat.

Mereka diterima oleh Plt. Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Setda Kota Palangka Raya, Ikhwanuddin, serta sejumlah  kepala OPD, di Ruang Peteng Karuhei (PK) I Kantor Wali Kota Palangka Raya.

“Kita ingin melihat secara langsung bagaimana perwajahan Kota Palangka Raya yang kerap dibicarakan sekaligus digadang-gadang menjadi ibukota pemerintahan RI,” ungkap Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra.

Rasa penasaran kata dia, terpatri dalam kunjungan tersebut, terutama ingin mengetahui lebih banyak, bagaimana tata kelola pembangunan, hingga upaya peningkatan kesejahteraan sosial, kesejahteraan masyarakat, termasuk bidang kesehatan dan pendidikan.

“Palangka Raya memiliki penataan kota yang bagus, sehingga kami ingin lebih lama lagi mengenal dan mengetahui lebih dekat kota ini,” tuturnya.

Adapun dalam kesempatan itu Plt. Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Setda Kota Palangka Raya, Ikhwanuddin menjelaskan bagaimana sejarah profil maupun kondisi geografis Kota Palangka Raya.

“Palangka Raya memiliki beberapa perwajahan, ada wajah kota, wajah desa dan wajah hutan. Dengan luasan sekitar 728 ribu hektare lebih,” paparnya.

Selanjutnya Ikhwanuddin menjelaskan, jika pembangunan kota Palangka Raya selama ini tidak lepas dari upaya mendukung kesejahteraan sosial masyarakat.

“Kemajemukan kebudayaan yang bermuara pada filosofi Huma Betang tidak bisa dipisahkan dalam setiap indikator pembangunan kota dan pembangunan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat,” terangnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Albert Tombak menambahkan, jika pembangunan kota Palangka Raya selama ini berjalan dinamis.

Bicara infrastruktur jalan terang dia, maka setidaknya pemerintah daerah memfokuskan pada upaya pemerataan infrastruktur dengan jangkauan sepanjang 911 KM.

Perlu diketahui tambah dia, pembangunan infrastruktur maupun penataan Kota Palangka Raya tidak ada mengacu dengan adanya wacana pemindahan ibukota.

“Ya, kalau ibukota berada ditengah-tengah yang disebut segitiga emas. Mencakup wilayah Kabupaten Gunung Mas, Katingan dan sebagian wilayah Palangka Raya. Jarak letaknya diperkirakan 45 Km dari Palangka Raya,” ulasnya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*