INFO

Edukasi Masyarakat dan Wisatawan untuk Pariwisata yang Bertanggung Jawab

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Membangun jaringan antar stakeholders kepariwisataan  merupakan suatu kebutuhan dalam menghadapi perkembangan dunia kepariwisataan yang semakin hari semakin meningkat. Peran serta semua pihak diperlukan untuk mengembangkan destinasi pariwisata di daerah. Perubahan yang ada menuntut kita untuk menciptakan inovasi kreatif sehingga mampu berkoordinasi dan menjaga eksistensi alam yang merupakan modal utama pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Hj. Norma Hikmah, M.Si (Rabu, 06/12/2017) mengungkapkan, pariwisata adalah suatu bidang multi dimensi yang memerlukan kerjasama antar stakeholders terkait didalamnya. Membangun jaringan antar stakeholders merupakan suatu cara untuk membangun pariwisata daerah yang terintegrasi, karena melalui kerjasama yang baik arah pengembangan kepariwisataan daerah dapat jelas dan stakeholders tidak terkesan bekerja sendiri-sendiri.

Selain itu menurutnya, objek wisata yang ada di Kota Palangka Raya kebanyakan merupakan objek wisata alam yang sangat rentan mengalami kerusakan daya dukung lingkungan akibat perilaku masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
“Hal ini memerlukan kerjasama  antar stakeholders untuk mengawasi dan mengedukasi masyarakat dan wisatawan dalam menjaga objek wisata alam yang ada di Kota Palangka Raya,” jelasnya.

Ditambahkan, berbagai macam cara dapat dilakukan agar pesan edukasi ini sampai ke masyarakat dan wisatawan. Tehnik yang dapat dilakukan untuk mengedukasi masyarakat dan wisatawan dapat melalui media sosial, siaran radio, berita di media cetak dan website. Bantuan dari berbagai lini stakeholders sangat diperlukan, karena menjaga lingkugan dan alam yang merupakan modal pariwisata di Kota Palangka Raya.

Salah satu destinasi wisata adalah Taman Nasional Sebangau yang terletak di Kelurahan Kereng Bangkirai. Objek wisata tersebut merupakan spot unggulan berupa wisata alam yang ada di Kota Palangka Raya.

Taman Nasional Sebangau memang sedang berkembang akhir-akhir ini, destinasi yang mengandalkan keindahan alam, flora dan fauna tersebut, menjadi destinasi favorit bukan hanya warga Kota Palangka Raya bahkan wisatawan luar daerah dan mancanegara.
Wisatawan dapat menikmati pemandangan alam di sekitar Dermaga Wisata, berjalan-jalan disekitar pemukiman penduduk yang dicat warna warni (kampung pelangi), mencoba fasilitas sepeda air, lanting wisata susur sungai, menaiki kelotok wisata hingga jungle tracking ke Taman Nasional Sebangau.

Melihat perkembangan tersebut, maka diperlukan usaha dan kerjasama dari semua stakeholders untuk mengedukasi masyarakat dan wisatawan yang ada di lokasi dalam hal menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas (aksi vandalisme), tidak mengambil flora dan fauna yang ada di lokasi objek wisata serta menghindari bahaya kebakaran lahan. Hal ini harus dilaksanakan berkelanjutan agar perdikat yang diberikan Balai Taman Nasional Sebangau kepada Kota Palangka Raya sebagai Kota Taman Nasional semakin dikenal didalam maupun diluar daerah. 

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kereng Bangkirai, Komunitas Palangka Raya Clean Action dan Komunitas Green Generation Palangka Raya, Minggu (03/12/2017), telah melakukan Kegiatan berupa gerakan pungut sampah di sekitar lokasi dermaga wisata Kereng Bangkirai, edukasi melalui media cetak dan himbauan langsung kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak merusak lingkungan, serta tidak membuang sampah sembarangan. Gerakan ini akan dilakukan berkelanjutan, agar pesan edukasi pariwisata bertanggung jawab dapat merubah pola pikir masyarakat dan wisatawan untuk bersama menjaga lingkungan hidup.(MC. Isen Mulang/ EndriSukah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*