INFO
Empat Sekolah di Palangka Raya Masuk Nominasi Adiwiyata Mandiri

Empat Sekolah di Palangka Raya Masuk Nominasi Adiwiyata Mandiri

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Empat sekolah yang berada di Kota Palangka Raya masuk sebagai calon Sekolah Adiwiata Mandiri. Sekolah ini harus sukses melewati seleksi tim penilai dari pemerintah pusat agar bisa menyusul SDN 4 Menteng dan SDN Percobaan yang terlebih dahulu masuk Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Kasi Pemeliharaan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Ghazali Rahman menyebutkan ada 26 sekolah yang sedang di verifikasi lapangan oleh DLH Provinsi Kalteng. Hasilnya, Sebanyak18 sekolah sebagai calon adiwiata provinsi, 4 sekolah lainnya untuk adiwiyata tingkat Nasional dan 4 sisanya untuk sekolah adiwiyata mandiri.

“Kita belum kantongi nama sekolahnya, namun agar sukses, keempat sekolah ini harus melewati seleksi tim penilai dari pemerintah pusat,” jelasnya, Jumat (27/7/2018)

Sementara itu tambah Ghazali, untuk adiwiyata tingkat Kota Palangka Raya saat ini masih dalam proses pengumpulan berkas dari sekolah. Setidaknya ada sekitar 50 sekolah diharapkan dapat  mengikuti lomba tingkat kota tersebut.

Tahapan untuk adiwiyata tingkat kota kata Ghazali, biasanya diawali dengan sosialisasi dari DLH Kota Palangka Raya. Terutama terkait bagaimana menyusun dokumen dan menyiapkan berkas untuk mengikuti lomba dan menjadi sekolah adiwiata.

Setelah itu DLH mengirimkan surat undangan yang kemudian dibalas dengan pengiriman surat dokumen pendaftaran. Setelah itu akan dilakukan penilaian berkas dan verifikasi lapangan oleh tim dari DLH. Terakhir tinggal perekapan nilai dan pengumuman hasilnya.

“Kalau selama ini hampir tidak ada kendala dilapangan, mungkin hanya anggaran sekolah yang sering menjadi kendala.,” sebut dia.

Ghazali menekankan untuk Adiwiyata sendiri ada beberapa poin yang dinilai. Mulai dari kebijakan sekolah yang harus berwawasan lingkungan. Seperti kurikulum pembelajaran,  serta kegiatan mengajar yang diaplikasikan di sekolah. Kemudian juga kegiatan lingkungan berbasis partisipatif di sekolah. Seperti penempatan taman-taman sekolah dan perencanaan tata kelola lingkungan sekolah.

“Selain itu salah satu poin penting lainnya adalah pengelolaan sarana pendukung yang ramah lingkungan. Contohnya seperti kantin yang berbasis lingkungan tanpa menggunakan komposter,” terangnya.

Diharapkan kata dia, sekolah-sekolah dari Kota Palangka Raya dapat lolos menjadi sekolah Adiwiyata. Sebagai implementasi dari sistem sekolah yang peduli berbudaya lingkungan. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*