INFO

Gaet Pemilih Pemula dalam Pilgub

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tidak lama lagi Provinsi Kalimantan Tengah, akan memasuki tahapan  pesta demokrasi.Salah satunya pemihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Kalteng 2020 mendatang.

Suksesi  berjalannya pesta demokrasi adalah ditandai dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

Menurut anggota DPRD Palangka Raya, Norkhalis Ridha, salah satu hal yang harus dipersiapkan  oleh penyelenggara pemilu dalam menyukseskan pilgub tersebut adalah upaya meningkatkan partisipasi pemilih.

“Kepada penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palangka Raya bisa lebih fokus dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Terutama untuk  pemilih pemulanya,” katanya, Selasa (29/10)2019).

Lebih lanjut legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cantik ini, mengatakan, dalam pelaksanaan pesta demokrasi, maka pemilih pemula atau lebih dikenal dengan isitilah pemilih millenial, sangat menentukan dalam mendongkrak peningkatan partisipasi pemilih.

Hal tersebut bukan tanpa sebab, mengingat pemilih pemula dalam posisinya pada saetiap pesta demokrasi, cenderung tidak terlalu antusias menyambut pesta demokrasi. Terlihat pada saat hari pemilihan, kalangan millenial ini cenderung acuh tak acuh. Seolah memandang tidak pentingnya menggunakan hak suara atau hak pilihnya.

“Berkaca dari itu, maka penyelenggara pemilu dirasa perlu melakukan sosialisasi secara massif. Terutama melalui cara  kreatif dan inovatif,”ujar Ridha.

Contoh cara kreatif dan inovatif yang dimaksud sebut dia, antara lain langsung  kesekolah-sekolah maupun komunitas anak muda yang dibalut dengan  mengetengahkan kegiatan seni budaya dan kearifan lokal.

‘Seperti gelaran pentas seni budaya berupa festival; ataupun unjuk penampilan seni musik, tari dan olah vocal. Nah, kegiatan  ini bisa disisipi dengan sosialisasi pemilu, sebab pada kegiatan ini pasti akan didominasi kaum muda atau pemilih pemula,”bebernya.

Harus diakui ucap Ridha, generasi millennial saat ini cenderung bersikap apatis  dan tidak peduli. Karena itu menjadi tantangan tersendiri bagi semua penyelenggara pemilu untuk bisa memberikan pemahaman yang kuat, betapa berartinya partisipasi mereka dalam memilih pemimpin.

“Mereka (para pemilih pemula red) membutuhkan pengetahuan. Saya berkeyakinan para kaum millennial ini sesungguhnya memiliki kepedulian, sepanjang ada upaya membuka daya dan minat mereka terhadap arti penting demokrasi,” terangnya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*