INFO
Gaya Kepemimpinan Feminis-Maskulin dan Transformasional-Transaksional

Gaya Kepemimpinan Feminis-Maskulin dan Transformasional-Transaksional

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ada dua gaya kepemimpinan perempuan papar Pdt. Dr. Simpon F. Lion, M.Th Wakil Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yakni gaya kepemimpinan  Feminis – Maskulin dan gaya Transformasional – Transaksional.

Ungkapan ini yang disampaikan pada Seminar Kepemimpinan Perempuan dalam “Membangun Karakter Kepemimpinan Perempuan Kristen di Era Millennial”  yang diselenggarakan oleh Komisi Pelayanan Perempuan Resort Pahandut Palangka Raya Hilir, Rabu (3/4/2019) di Gereja Betesda Jl. RTA Milono Km.10 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya.

Perempuan memiliki karakter bawaan seperti pandai berkomunikasi, mampu membaca bahasa non verbal sehingga bisa melihat saat seseorang merasa gundah atau memiliki masalah.

Kecenderungan alami perempuan kata Simpon yang kemudian dijadikan patokan nilai feminim, sehingga nilai feminim tidak berarti hanya dimiliki oleh kaum perempuan. Terkait dengan nilai dan karakter, laki-laki pun bisa memiliki nilai feminim. Sementara perempuan juga bisa saatnya memiliki gaya maskulin yang identik dengan agresif, tegas dan tak kenal basa basi.

Gaya kepemimpinan feminim-maskulin merupakan satu spektrum yang perlu diseimbangkan. Apabila seorang pemimpin hanya menggunakan satu gaya, maka ia seperti burung yang terbang dengan satu sayap, sehingga kepemimpinannya menjadi tidak efektif. Pemimpin yang ideal adalah yang mampu dan tahu kapan ia harus menampilkan gaya maskulin, tetapi dalam situasi lain mengambil gaya feminim.

Sedangkan gaya kepemimpinan Transformasional – Transaksional lanjut Simpon, memiliki perbedaan esensial dalam konstruksi perilaku kepemimpinan tetapi sifatnya saling melengkapi dan tidak saling meniadakan. Seberapa besar kombinasinya tergantung dari situasi masing-masing.

Kepemimpinan Transformasional adalah kemampuan seseorang pemimpin dalam bekerja dengan atau melalui orang lain untuk mentransformasikan secara optimal dalam rangka mencapai tujuan yang bermakna sesuai dengan target capaian yang telah ditetapkan.

Dan kepemimpinan transaksional merupakan sebuah kepemimpinan, dimana seorang pemimpin mendorong bawahannya untuk bekerja dengan menyediakan sumberdaya dan penghargaan sebagai imbalan untuk motivasi, produktivitas dan pencapaian tugas yang efektif.

Ciri kepemimpinan transaksional sangat memperhatikan nilai moral seperti kejujuran, keadilan, kesetiaan dan tanggungjawab.  Kepemimpinan ini membantu orang ke dalam kesepakatan yang jelas, tulus hati dan memperhitungkan hak-hak serta kebutuhan orang lain. (MC. Isen Mulang/Ykris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*