INFO
GOW Palangka Raya Lakukan Proteksi Cegah Pernikahan Dini

GOW Palangka Raya Lakukan Proteksi Cegah Pernikahan Dini

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kecenderungan peningkatan tren pernikahan dini yang terjadi dihampir seluruh daerah di Indonesia, mendapat perhatian serius dari Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kota Palangka Raya. 

Organisasi emansipasi perempuan inipun bertekad melakukan langkah-langkah proteksi dini untuk melakukan pencegahan sedini mungkin.

“Kita dari kaum perempuan tentu sedih atas maraknya perkawinan dini saat ini, yang dikuatirkan  bisa saja kondisi serupa terjadi di Kota Palangka Raya. Ini yang menjadi pemikiran kami untuk melakukan langkah pencegahan,” ungkap Ketua GOW Kota Palangka Raya, Lili Hadiyani, pada kegiatan sosialisasi kecakapan keorangtuaan, Senin (19/11/2018), di Aula Peteng Karuhei (PK) II Kantor Walikota Palangka Raya.

Langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan saat ini lanjut Lili, salah satunya  memperkuat pemahaman dan edukasi bagi orangtua. Mengingat peran orangtua menjadi sentral dalam sebuah keluarga, terutama bagi anak-anaknya.

“Kami dari GOW Kota Palangka Raya akan peka untuk memproteksi dini dalam hal pencegahan. Salah satu sasaran penting untuk hal ini, tentu tidak lain adalah para arangtua dalam keluarga” tambahnya lagi.

Menurut Lili, pihaknya akan mengambil langkah-langkah yang efektif untuk melakukan pencegahan pernikahan dini  terjadi di masyarakat. Terutama memperkuat kegiatan sosialisasi di sejumlah wilayah yang dianggap rawan terjadinya pernikahan usia muda alias di bawah umur.

Terlebih selama ini Undang-undang nomor 1 tahun  1974 tentang perkawinan telah mengatur soal batasan- batasan perkawinan yang dianjurkan.

Dalam bagian lain, pentingnya pendidikan yang selanjutnya diteruskan dengan kemampuan bekerja, juga menjadi salah satu aspek penting membantu agar tidak terjadinya pernikahan dini.

“Jadi, orangtua harus terus mendorong agar anak-anaknya mampu meningkatkan pendidikan dan pekerjaan sebelum menikah,”ujarnya.

Hal-hal penting inilah tambah Lili, yang akan menjadi acuan pihaknya dalam melakukan proteksi dini mencegah terjadinya pernikahan dini.

“Perlu diingat, pernikahan dini sama artinya menghilangkan hak-hak dasar anak. Ini sudah bagian dari pelanggaran hukum dari hak azasi anak,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*