INFO
Grand Design Pengelolaan Taman Sains dan Teknologi Kota Palangka Raya

Grand Design Pengelolaan Taman Sains dan Teknologi Kota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Palangka Raya mengadakan seminar dengan tema ‘Grand Design Pengelolaan Taman Sains dan Teknologi Kota Palangka Raya di Ruang Rapat Peteng Karuhei I Kantor Walikota Jalan Tjilik Riwut Km 5,5 Palangka Raya, Kamis (7/11/2019).
 
Kepala Badan Litbang Kota Palangka Raya, Barit Rayanto melalui Sekretaris Badan Litbang, Seth Ajang ini mengatakan tujuan diadakannya seminar ini untuk mendapatkan Grand Design ini sebagai acuan atau rencana membuat program yang pada saat nantinya dilaksanakan dinas teknis yang dapat diusulkan pada tahun anggaran berikutnya. Dan kami berharap adanya masukan atau usulan sehingga kajian mengenai Grand Design Pengelolaan Taman Sains dan Teknologi Kota Palangka Raya menjadi sempurna.
 
Walikota Palangka Raya Fairid Naparin  dalam pembukaan seminar yang di bacakan oleh Staf Ahli Walikota Murni Djinu menyampaikan, sangat mengapresiasi kegiatan seminar ini, dan seminar ini merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan ide-ide baru yang strategis, sehingga menghasilkan kajian untuk kebijakan pemerintah kota Palangka Raya yang terarah dan inovatif terhadap Grand Design Pengelolaan Taman Sains dan Teknologi kota Palangka Raya. 
 
Kota Palangka Raya memiliki potensi dibidang pertanian dan perikanan yang cukup baik, potensi tersebut dapat dikembangkan agar bermanfaat bagi masyarakat kota Palangka Raya. Melalui seminar ini potensi taman Sains dan Teknologi ini dapat teridentifikasi dengan baik.
 
Uras Tantulo dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Palangka Raya (LPPM UPR) sebagai narasumber menyampaikan Produk dari Taman Sains Teknologi harus berdasarkan pada potensi dan keunggulan daerah, pemerintah daerah juga berperan dalam penyediaan lahan, sharing pendanaan dalam pembangunan Taman Sains Teknologi, Program pembangunan dan pengembangan taman sains teknologi harus diintegrasikan dalam program pembangunan.
 
Sedangkan Afentina sebagai narasumber kedua dari LPPM UPR juga sampaikan bahwa permasalahan yang dihadapi Taman Sains dan Teknologi ini adalah terbatasnya dana operasional, banyaknya peralatan yang tidak dapat digunakan karena tidak sesuai dengan kapasitas energi dan produksi, dan belum dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat akan teknologi. Afentina juga menyampaikan agar peningkatan kerjasama antar pihak, pengembangannya didasarkan pada potensi karakter sosial budaya dan yang terakhir inovasi yang didasarkan kebutuhan, tutupnya. (MC. Isen Mulang/Bambang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*