INFO

Harus Ada Stimulus Bagi Peternak Lokal

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sampai saat ini harga ayam potong di Kota Palangka Raya masih mahal. Harga jualnya Rp40 ribu per kilo gram. Harga ini dianggap masih mahal, karena normalnya sekitar Rp30 ribu.

Mahalnya harga ayam ras ini karena dipicu tersendatnya pasokan dari Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, karena produksi di tingkat lokal belum mencukupi.

Namun agar persoalan ini tidak berlarut-larut, maka Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo menyarankan pemerintah daerah harus segera mencarikan solusinya.

“Misalnya memberikan kelonggaran kepada para supir, sehingga distribusi ayam potong menjadi lancar. Dengan demikian harga ayam bisa normal lagi,” kata Sigit, Minggu (31/5/2020).

Meski diberikan kelonggaran, namun Sigit tetap menyarankan agar kebijakan melonggarkan para sopir angkutan tetap memperhatikan protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 bisa dicegah.

Di sisi lain Sigit mengatakan momen ini harus menjadi pelajaran dan peluang bisnis bagi warga Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya.

Pemerintah daerah harus mensuport para perternak lokal dengan memberikan stimulus agar mereka mau menggeluti usaha ayam potong, sehingga Palangka Raya tidak tergantung lagi dengan Kalsel.

“Selain ketergantungan suplai ayam, yang harus diantisipasi juga harga kebutuhan pokok lainnya,” pesannya. (MC. Isen Mulang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*