INFO

Hidup Tanpa Perubahan Sama Dengan Mati

Ditulis oleh : Fajar Yanto, SE

Badan Penelitian dan pengembangan (Balitbang) berperan penting dalam mendorong kemajuan suatu Daerah. Hasil litbang yang akurat dalam bentuk konsep, model, skenario, maupun pilihan kebijakan yang tepat dapat menjadi rekomendasi dalam mengatasi berbagai masalah yang timbul di suatu Daerah mulai dari perubahan iklim, krisis pangan dan energi hingga solusi dalam rangka meningkatkan produktivitas di berbagai sektor pembangunan. Tidak mengherankan jika pengambil kebijakan di daerah maju umumnya terlebih dulu melakukan kegiatan penelitian dan kajian sebelum merumuskan, membuat, dan menetapkan suatu kebijakan pemerintah (policy).

Sayangnya di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah, Badan Litbang belum menjadi garda terdepan sebagai lembaga think thank dalam merumuskan kebijakan Pemerintah Daerah. Meskipun Badan Litbang berperan dalam menghasilkan berbagai kajian dan penelitian, namun konsep, model, dan pilihan kebijakan yang dihasilkan masih kurang atau bahkan jarang dimanfaatkan sebagai dasar dalam formulasi dan penetapan kebijakan oleh para pengambil kebijakan. Lemahnya peran Badan Litbang untuk turut menentukan arah dan strategi pembangunan dilihat dari kebijakan dan langkah yang diambil oleh instansi pemerintah daerah tanpa melalui kajian serta Penelitian dan Pengembangan. (Research Based Policy).

Pentingnya peran Badan Litbang tersebut terangkum pada UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang tercantum pada Pasal 209 dan 219. Amanah tersebut menyebutkan, pentingnya pembentukan badan daerah untuk melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan yang meliputi perencanaan, keuangan, kepegawaian dan pendidikan, serta pelatihan dan penelitian pengembangan.

Selain itu, pada Pasal 373 dan Pasal 374 menyatakan Badan Penelitian dan Pengembangan juga berfungsi sebagai salah satu instrumen pembinaan penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang selanjutnya pada Pasal 388 juga menyebutkan sebagai penilaian inovasi daerah. Peraturan pelaksanaan pada tingkat Peraturan Pemerintah yang juga mengatur tentang fungsi dan peran Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Pentingnya Badan Penelitian dan Pengembangan juga berdasarkan alasan teoretikal. Berkaitan dengan fungsi research & development dalam konsep manajemen strategis yaitu peran Litbang dalam melakukan skanning lingkungan internal dan eksternal sebagai dasar perencanaan (planning by research), fungsi formulasi kebijakan (formulating policy), dan fungsi kontrol (controlling). Dalam konteks manajemen pembangunan nasional dan daerah, Badan Penelitian dan Pengembangan berperan menghasilkan berbagai proxy, model, dan pilihan kebijakan yang dapat digunakan oleh pengambil kebijakan di pusat dan daerah. Baik itu untuk perencanaan, perumusan kebijakan, serta pembinaan dan pengawasan pembangunan.

Pentingnya Peran Peneliti di Badan Litbang

Peneliti menjadi salah satu ujung tombak bagi ke¬beradaan sebuah Badan Litbang. Maka, jika ada sebuah lembaga kelitbangan tidak memiliki peneliti dan publikasi hasil penelitian¬nya, belum pantas lembaga tersebut dikatakan Badan Penelitian dan Pengembangan. Namun, yang terjadi saat ini, banyak lembaga litbang tidak memiliki peneliti, begitu pun dengan produk hasil kelitbangan seperti jurnal ilmiah, majalah populer, dan sebagainya. Selain itu be¬berapa program kegiatan tidak jarang dipihakketigakan se¬mentara rutinitas peneliti yang ada hanya diam menunggu jam pulang, bahkan sama sekali tidak difungsikan. 

Peneliti tidak bisa dipisahkan dari lembaga kelitbangan. Balitbang di mana pun, yang di dalamnya terdapat peneliti harus menjadi motor pembangunan di daerah. Keterlibatan peneliti menjadi penting untuk mempertanyakan alasan kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah. 

Peneliti berperan dalam memastikan kepala daerah dalam kebijakan pembangunannya maka di sinilah fungsi peneliti harus berperan. Selain melakukan penelitian mandiri, peneliti juga terlibat dalam kemitraan penelitian antarbidang, Sehingga peneliti mengetahui berbagai masalah yang tidak hanya fokus pada bidang garapannya.

Seperti contoh BP2D Jawa Barat memiliki empat bidang kajian yaitu Bidang Analisis Kebijakan Iptek, Bidang Peneli¬tian, Pengembangan dan Penerapan Iptek, Bidang Penguatan Sistem Inovasi Daerah, serta Bidang Monitoring, Evaluasi dan Layanan Iptek. Para peneliti juga turut mengawal kompeten¬si riset. Dari sisi pendanaan, peneliti juga diberikan dana pe-nelitian per tahun Rp 50 juta per orang. Hal itu dimaksudkan untuk pembinaan karir peneliti agar bisa lebih baik di masa mendatang. Kompetisi riset juga rutin dihadirkan oleh BP2D dengan melibatkan peneliti. Selain menjadi penilai peneliti turut menjadi garda terdepan untuk memandu para kompetitor. (dikutip dari Media BPP, VOL. 2 NO 3, Juni 2017. (PjR)

 
 
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*