INFO
Jangan Paksa  Anak Usia Sekolah untuk Bekerja

Jangan Paksa  Anak Usia Sekolah untuk Bekerja

MEDIA CENTER,Palangka Raya – Tidak sedikit orang tua sekarang ini yang beranggapan bahwa anak harus bisa mandiri sejak dini.

Kenyataan tersebut bukan sepenuhnya salah. Hanya saja, ketika anak dipaksa mandiri, namun dengan cara harus bekerja mencari nafkah, tentu tidaklah tepat. Terlebih jika anak tersebut masih usia  sekolah.

“Memang tidak salah ketika  orangtua mengajarkan kemandirian pada anak. Tapi yang perlu diingat, mandiri disini bukan berarti anak yang nota bene berusia sekolah, malah dipaksa mencari nafkah. Ini yang salah,” ungkap anggota  DPRD Palangka Raya, Ruselita, Senin (30/9/2019).

Politikus Partai Perindo ini melihat, tidak sedikit orangtua yang masih menyuruh anak didiknya lebih memilih bekerja membanting tulang atau mencari nafkah dibandingkan bersekolah. Kalaupun anak didik tetap bersekolah, namun selepas pulang sekolah dipaksakan untuk bekerja, tetap saja tidak dibenarkan.

“Saya melihat sendiri ada anak masih usia dini, hingga malam hari bekerja menawarkan jualan di kawasan publik. Terlepas anak ini bersekolah atau tidak, tetap saja salah karena usianya yang terlalu muda untuk bekerja,” ucap Ruselita.

Kalaupun keesokan harinya  anak tersebut harus bersekolah, tentu kata dia, kondisi anak akan kurang fit melakukan aktivitas belajar di sekolah, karena kelelahan.

“Ya, disisi lain ada juga kekhawatiran kondisi ini ada terjadi di Kota Palangka Raya, dimana anak terpaksa bekerja karena dituntut menopang keluarganya yang kurang mampu,” tukasnya.

Lebih jauh Ruselita mengatakan, ditengah kemajuan Kota Palangka Raya saat ini, ditambah lagi dengan pertumbuhan penduduk, maka dinamika kehidupan akan berkembang secara beragam.

Sisi kehidupan anak usia pelajar yang membanting tulang akan terlihat, seperti melakukan aktivitas sebagai pemulung, loper koran atau pengasuh paruh waktu. Dimana mereka dididik untuk mencari pekerjaan sejak dini.

“Sekali lagi ini tidak ada salahnya, namun berpulang lagi bagaimana orangtua menempatkan posisi anaknya yang memerlukan masa depan  kelak. Jadi bukannya harus dipaksa secara dini bekerja, yang alhasil bisa menghilangkan masa depan anak,” tukasnya.

Ruselita pun khawatir, apabila anak harus bekerja sejak dini, maka tidak menutup kemungkinan perilaku anak dan mental anak akan terbiasa keras, sehingga melupakan norma kesantunan yang alhasil lebih membawa ke dampak negatif.

Sebab itulah para orangtua harus secara  konsisten menempatkan anak didiknya untuk lebih mengedepankan pendidikan serta masa bermainnya diusia anak.

“Banyak fase yang harus kita pahami dalam tumbuh kembang anak. Karenanya orangtua janganlah menempatkan anak-anaknya untuk bekerja secara dini, diusia mereka yang masih sekolah atau usia bermain. Jadi kedepankanlah masa depan anak,” ingatnya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*