INFO
Januari 2019, Tercatat 25 Kasus DBD di Palangka Raya

Januari 2019, Tercatat 25 Kasus DBD di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Masyarakat Kota Palangka Raya, tampaknya harus terus mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hal tersebut dikarenakan masih tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Kota Palangka Raya.

Seperti disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, dr. Andjar Hari Purnomo, bahwa penderita  penyakit DBD terhitung mulai awal tahun 2019 ini masih terjadi. 

Kata Andjar, terlepas dari kasus- kasus DBD yang terjadi pada bulan- bulan terakhir  di tahun 2018 yang lalu, maka di tahun ini pihaknya telah mencatat, sedikitnya ada 25 kasus DBD terjadi di Kota Palangka Raya, khusus di periode Januari 2019.

Jumlah kasus DBD sebanyak itu tercatat  pada periode mulai minggu pertama hingga minggu ke tiga di bulan Januari ini. 

“Pada minggu pertama tercatat ada 8 kasus DBD, minggu kedua juga ada 8 kasus DBD dan minggu ketiga tercatat 9 kasus DBD,” ungkap Andjar, Kamis (31/1/2018) di Palangka Raya.

Dengan intensitas hujan yang terus terjadi saat ini lanjut Andjar, maka masyarakat diharapkan terus menerus dapat menerapkan pola hidup bersih terutama membersihkan lingkungan sekitar.

Sementara pihak Dinkes kota pun kata dia juga telah menyediakan abate, obat pembasmi nyamuk di setiap puskesmas, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Selain itu fogging atau pengasapan juga bisa dilakukan pihak Dinkes, meskipun dibatasi hanya dilakukan pada kawasan-kawasan yang ditemukan ada korban positif terkena DBD. Jika tidak, maka fogging lebih dihindari.

“Fogging hanya bersifat membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya tidak mati. Nah disinilah perlunya hidup bersih, bagaimana masyarakat bisa bersama-sama mencegah berkembangnya bibit bibit nyamuk DBD tersebut,” ujarnya.

Sementara terkait perlu tidaknya ditetapkan kejadian luar biasa (KLB), untuk hal tersebut kata Andjar Dinkes masih belum, melihat kriteria secara menyeluruh.

“Kita jangan menjadikan perdebatan, yang terpenting adalah action baik dari kecamatan, kelurahan, RT, masyarakat, TNI, Polri dan semuanya untuk mencegah dan mengantisipasi meluasnya penyebaran DBD,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*