INFO
Kabut Asap Berdampak Terhadap Perekonomian

Kabut Asap Berdampak Terhadap Perekonomian

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi selama musim kemarau di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah berdampak terhadap perekonomian.

Sejumlah aktivitas terganggu. Di antaranya jam kerja ASN dikurangi, berkurangnya aktivitas lalu lintas masyarakat di jalan, berkurangnya aktivitas jual beli, dan terganggunya aktivitas penerbangan.

“Dilihat dari sektor ekonomi, kabut asap memberikan dampak terhadap produksi dan aktivitas pekerja meski masih terbatas,” kata Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia, Rihando, Senin (7/10/2019).

Khusus sektor penerbangan dari dan ke Kota Palangka Raya mengalami keterlambatan dan pengalihan melalui Banjarmasin. Bahkan aktivitas di Bandara Tjilik Riwut sempat nyaris terhenti pada 15-17 September 2019.

Berdasarkan informasi dari Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut, hanya ada 2-4 penerbangan dari 24 penerbangan dari dan ke Kota Palangka Raya pada tiga hari tersebut.

Kemudian sektor pertanian tanaman perkebunan, sejumlah perusahaan harus mengalihkan karyawannya untuk ikut memadamkan agar tidak masuk ke dalam kebun perusahaan.

Di hari kerja karyawan juga mengalami penurunan, karena sakit dan tidak masuk karena kabut asap. “Kondisi ini menyebabkan ada buah matang yang tidak bisa dipanen dan berdampak terhadap turunnya tonase produksi,” ujarnya.

Rihandi mengatakan kabut asap juga mengganggu kelangsungan hidup hewan penyerbuk. Hal ini berpotensi memberikan dampak terhadap banyak bunga betina sawit yang tidak terpolinasi dengan baik dan bisa mempengaruhi produksi pada bulan berikutnya.

Sementara itu produksi beras mengalami gangguan sejak terjadinya bencana asap. Sejak kualitas udara semakin memburuk beberapa minggu terakhir, produksi beras harian tercatat menurun.

Begitu pula dengan komoditas bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit juga terganggu. Akibat asap, tanaman tidak tumbuh dengan baik, daun-daunnya menjadi mengering dan keriting.

Selain itu asap yang menutupi sinar matahari membuat tanaman-tanaman ini kekurangan suplai sinar matahari, sehingga lebih rentan terserang organisme pengganggu tanaman. (MC. Isen Mulang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*