INFO
Kabut Asap di “Kota Cantik” Tak Ganggu Aktivitas Belajar

Kabut Asap di “Kota Cantik” Tak Ganggu Aktivitas Belajar

xMEDIA CENTER, Palangka Raya – Seiring berjalannya musim kemarau tahun ini, Kota Palangka Raya mulai diselimuti kabut asap tipis.
Kondisi itu dapat dirasakan sepanjang tiga hari terakhir, dimana asap imbas dari sejumlah peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yang terjadi di Kota Palangka Raya, tampak terlihat sejak pagi hingga sore hari.

Ada kekhwatiran asap yang mulai dirasakan tersebut membawa dampak penyakit bagi masyarakat, terlebih bagi kalangan pelajar. Mengingat bau asap yang menusuk hidung dan membuat sesak nafas.

Melihat hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan, berharap kondisi kabut asap pada tahun ini tidak sampai dalam kondisi parah.

“Kita tidak ingin suasana kota yang mengandung asap polusi menyebabkan proses kegiatan belajar dan mengajar anak- anak di sekolah menjadi terganggu,” ungkapnya, Jum’at (19/7/2019).

Terlebih kata dia, para siswa baru saja memasuki tahun ajaran baru. Artinya kegiatan belajar mengajar selepas libur panjang mulai aktif seperti biasa.

“Saya berharap kabut asap ini tidak sampai mengganggu kegiatan belajar disekolah. Jika sampai terganggu jam pelajaran maka pencapaian kalender pendidikan tak terpenuhi,” ujarnya.

Hingga saat ini lanjut Sahdin belum ada kebijakan yang diambil terkait asap yang dalam beberapa hari terakhir mulai menyaput kawasan kota. “Kita ingin tidak ada kebijakan mengurangi jam belajar ataupun meliburkan sekolah,” tambahnya lagi.

Namun begitu imbuh dia, pihaknya selaku penyelenggara pendidikan tetap memonitor kedaaan cuaca ataupun kondisi kabut asap saat ini. Termasuk persoalan debu yang berada dilingkungan sekolah selama musim kemarau.

“Selain kabut asap, debu juga memiliki potensi untuk bisa menyebabkan gangguan kesehatan bagi anak-anak usia sekolah,”beber Sahdin.

Ia pun mengimbau pihak sekolah di Palangka Raya untuk bisa aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.Begitu pula masyarakat diharapkan peduli terhadap kesehatan anak-anak. Cukup tidak membakar lahan maupun pekarangan, yang berpotensi menimbulkan asap.

“Sayangi anak- anak kita dengan berhenti membakar lahan yang bisa menimbulkan kabut asap,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*