INFO
Kajian Analisis Bonus Demografi Terhadap Peningkatan Kualitas Dan Produktivitas Serta Penyerahan Tenaga Kerja Di Kota Palangka Raya

Kajian Analisis Bonus Demografi Terhadap Peningkatan Kualitas Dan Produktivitas Serta Penyerahan Tenaga Kerja Di Kota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Balitbang Kota Palangka Raya gelar seminar awal kajian analisis bonus demografi terhadap peningkatan kualitas dan produktivitas serta penyerapan tenaga kerja Kota Palangka Raya bekerjasama dengan LPPM Universitas Palangka Raya, Rabu (28/8/2019) di Ruang Rapat Peteng Karuhei II Setda Kota Palangka Raya.

Seperti yang disampaikan oleh ketua tim peneliti, Agung Wibowo bahwa sesuai dengan konstitusi UUD 1945 bahwa ” tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” ( pasal 27 ayat 2).

Pekerjaan yang layak adalah pekerjaan yang dilakukan atas kemauan atau pilihan sendiri, berupah atau memberikan penghasilan yang cukup untuk membiayai hidup secara layak dan berharkat, serta terjamin dari keamanan dan keselamatan fisik maupun psikologis.

Tipe pekerjaan masa depan adalah untuk kaum millenial tidak mengutamakan gaji tetapi mementingkan kesempatan berkembang, menyukai bekerja di perusahaan yang prestisius dan memiliki fasilitas lengkap, suka menjadi kutu loncat, menyenangi pekerjaan yang fleksibel,  membutuhkan sosok pemimpin untuk mengarahkan bukan mendikte.

Jenis pekerjaan favorit kaum millenial antara lain adalah web developer, marketing dan research analyst, editor video, usaha kuliner,  dan industri kreatif lainya.

Tantangan bagi pemerintah adalah kapasitas regulasi, transparansi informasi, bantuan teknis dan iklim berusaha yang kondusif di era digitalisasi.

Tujuan dilakukannya kajian ini adalah memetakan potensi tenaga kerja dan angkatan kerja, menganalisis kecenderungan penyerapan tenaga kerja,  mengidentifikasi kebutuhan dan peluang lapangan kerja, menganalisis kebijakan ketenagakerjaan yang diterapkan Pemko Palangka Raya,  merekomendasikan program pembangunan untuk meningkatkan kualitas dan tingkat penyerapan tenaga kerja.

Strategi yang perlu dilakukan oleh Pemko Palangka Raya dalam hal ini disnaker seperti yang disampaikan oleh Yantony Istanto, Kasi Informasi Pasar Kerja menjaring tenaga kerja dengan memanfaatkan informasi melalui website ayokitakerja.kemnaker.go.id, Job Fair, membentuk tim pantau informasi lowongan kerja.

Kepala BPS Kota Palangka Raya, Agie katakan bahwa 32 % penduduk Kota Palangka Raya adalah sekolah menengah pertama, keterampilanya tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Maka dari itu perlu dilakukan normalisasi, standarisasi dan kompetisi untuk ketenagakerjaan. Pengembangan kemitraan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk tenaga kerja.  Perlu adanya sertifikasi tenaga kerja. Perluasan sektor dan peningkatan akses untuk tenaga kerja.

Sunaryo, ketua LPPM Universitas Palangka Raya sampaikan bahwa perguruan tinggi perlu lakukan penyesuaian kurikulum agar lulusan dari perguruan tinggi bisa diserap oleh pasar. Kedepan pekerjaan yang diinginkan yang bisa untuk mengembangkan diri.

Roysard Alfon dari Bappeda Kota Palangka Raya, mengharapkan nantinya hasil penelitian ini akan menghasilkan pangsa pasar yang lebih tinggi, misalnya untuk mendorong pertumbuhan pariwisata di kota Palangka Raya.( MC. Isen Mulang/win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*