TERKINI

Kajian Metode Virtual Class, Sebagai Alternatif Pembelajaran Siswa Di Tengah Keterbatasan Akses Fisik dan Sosial Di Kota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya -Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota Palangka Raya, menggelar Seminar Akhir Kajian Metode Vitual Classroom Sebagai Alternatif Pembelajaran Siswa Dalam Kondisi Keterbatasan Akses Fisik dan Sosial Di Kota Palangka Raya, yang dilaksanakan di ruang Peteng Karuhei II Kantor Walikota Palangka Raya, Rabu (11/11/2020).

Kajian dilaksanakan melalui kerjasama Bappedalitbang Kota Palangka Raya dengan Tim Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya.

Seminar akhir dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Amandus Frenaldi, dihadiri OPD teknis, Camat Lingkup Pemko Palangka Raya, perwakilan SD dan SMP Kota Palangka Raya.

Walikota Palangka Raya dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten II mengatakan hasil-hasil yang diperoleh dari kajian seminar ini, termasuk didalamnya kondisi lapangan, analisa atas kondisi yang ditemui, solusi terhadap permasalahan yang ada, kesimpulan serta rekomendasi yang perlu disampaikan khususnya kepada Pemko Palangka Raya.

“Tujuan penyelengaraan Seminar Akhir ini adalah untuk mendapatkan tanggapan dan masukan dari para staholder, khususnya dari para praktisi pendidikan tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di kota Palangka Raya, atas hasil kajian sehingga rekomendasi yang dihasilkan benar-benar dapat diimplementasikan dengan tingkat efesieni dan efektivitas yang tinggi” ungkap Amandus Frenaldi.

Tim Peneliti dari LPPM Universitas Palangka Raya Indrawan Permana menyampaikan hasil kajian bahwa belum semua guru, orang tua dan siswa siap menghadapi pembelajaran dengan sistem daring, kendala yaitu dari segi teknis diantaranya sinyal internet yang kurang mendukung, paket data tidak tersdia, dan perangkat digital yang tidak memadai.

“Sedang dari segi non teknis antaranya kurangnya skill guru dan orang tua dalam pengoperasikan perangkat digital, suasana dirumah anak yang kurang mendukung, kesibukan orang tua, dan guru terkendala dalam mendesain metode belajar yang interaktif dan menarik” ungkap Dr. Indrawan Permana.

Peneliti Ariesta Lestari menambahkan penjelasan “kompetensi guru dalam literasi digital perlu ditingkatkan, dalam mengunakan aplikasi digital untuk melakukan pembelajaran daring dan mengunakan aplikasi digital untuk membuat materi pelajaran yang menarik, guru kreatif dan profesionalisme”.

“Dan dari sisi sekolah, sekolah membekali guru dengan kemampuan literasi digital, kerjasama dengan pihak ketiga dalam mempersiapkan platform digital dan adanya koordinasi anatara orang tua, siswa, guru dan sekolah” ungkap Arieta Lesatari, Phd.(MC. Isen Mulang/bamw/mt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*