INFO

Kebutuhan Sayur Hidroponik Kota Cantik Meningkat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Berawal dari hobi menanam melalui media air yang ditampung dalam paralon di belakang rumahnya, Gamal Tumon (50) warga kota Cantik Palangka Raya, berhasil mengubah keisengannya menjadi penghasilan. Sayuran miliknya kini selalu habis terjual, pembelinya masyarakat Kota Palangka Raya dan rumah makan.

“Sayuran hidroponik ini lebih menyehatkan dan jauh dari penggunaan pupuk kimia atau pestisida yang biasa dipakai saat berkebun,” kata Gamal kepada pewarta Media Center kota Palangka Raya di kediamannya Jalan Christofel Mihing no.33 Palangka Raya, Selasa (4/2/2020).

Gamal menjelaskan, jika hidroponik adalah budidaya menanam sayuran atau tanaman tanpa media tanam konvensional atau melalui tanah. Dan sistem tanam melalui hidroponik menurutnya lebih menekankan kebutuhan nutrisi pada tanaman.

Dijelaskan sayur yang ditanam antara lain sayur selada, pakcoi, bayam, sawi dan kangkung. Dan sementara ini lahan yang ada hanya 1400 lubang pot tanam. Dan 1 lubang pot sayur selada seharga Rp5000, kangkung dan bayam dijual 2 pot seharga Rp5000, sedangkan sayur pakcoi 2 pot dijual Rp3.500. Masa tanam Kangkung, sawi dan bayam 26 hari, untuk selada dan pakcoi 30 – 35 hari. Bibit untuk sementara didapat dari toko pertanian, ungkap Gamal.

Diakhir wawancara Gamal berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk bantuan pembinaan untuk petani hidroponik di kota Palangka Raya. Selain itu Gamal juga membuka tempat usaha hidroponiknya ini untuk tempat belajar, semua kalangan. (MC. Isen Mulang/Bambang/yk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*