INFO

Kesehatan Pulih, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bangkit

Kesehatan Pulih, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif BangkitMEDIA CENTER, Sampit – Dalam rangka proses pemulihan ekonomi akibat Covid – 19, Kalimantan Tengah masih memiliki sejumlah tantangan yang dihadapi dan menjadi pekerjaan berat bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam menyikapinya.

Karena itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Kerja Daerah Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten/Kota se – Kalimantan Tengah, dengan tema ” Kesehatan Pulih, Pariwisata dan Ekonomi Bangkit”.

Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 27 s.d 29 Mei 2021 bertempat di Hotel Aquarius, Sampit Kotawaringin Timur.

Gubernur Kalimantan Tengah melalui Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kalimantan Tengah, Guntur Talajan menyampaikan bahwa dengan adanya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) diharapkan dapat menghasilkan point penting untuk menyusun program yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalteng, Jumat(28/5/2021).

“Tujuan dari Rakerda Bidang Kebudayaan dan Pariwisata ini, untuk melakukan sinkronisasi program dan kegiatan urusan kebudayaan dan pariwisata serta merumuskan kebijakan untuk mendorong terjadinya reorientasi dan mengakselerasi sumber daya yang dimiliki guna mengatasi tantangan yang ada dan mempercepat pencapaian target indikator kinerja utama daerah Bidang Kebudayaan dan Pariwisata yang telah dicanangkan dalam RPJMD”.

Lanjutnya,meskipun pariwisata sebagai sektor strategis serta memiliki peran penting bagi perekonomian nasional dan bisa menjadi salah satu instrumen dalam menyongsong pemulihan ekonomi. Tentu, sama halnya dengan target kepariwisataan nasional, target kepariwisataan daerah saat ini sulit tercapai.

Karena menghadapi sedikitnya tiga tantangan utama, yakni adanya perubahan perilaku dan keinginan wisatawan dalam menghadapi wabah global, serta pencitraan positif Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah sebagai destinasi pariwisata yang aman, teliti, dan tepat dalam mengelola Covid – 19. Juga ketersediaan kapasitas dan kualitas produk wisata.

Terlebih, mengatasi situasi sulit di masa pandemi Covid -19 yang menekan pelaku usaha pariwisata dan perhotelan. Untuk itu, diperlukan juga kecepatan dalam mengambil keputusan yang cermat dan tepat, mengawasi serta mengevaluasi sektor pariwisata, ungkapnya.

Ikhwanudin, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya juga menyampaikan bahwa pandemi Covid – 19 memberi tantangan besar bukan hanya pada sistem pemerintahan saja, tetapi khususnya dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan sektor usaha pariwisata yang sangat terdampak mengalami penurunan secara ekonomi di tingkat daerah.
(MC.Isen Mulang/Iin/Win/wln)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*