INFO

Komisi IX DPR RI Cek Peralatan Praktek di BLK Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Rombongan Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kota Palangka Raya, Selasa (2/5/2017). Di Kota Cantik para wakil rakyat dari Senayan ini melihat langsung kondisi pembangunan dibidang kesehatan dan ketenagakerjaan.

Dibidang ketenagakerjaan, anggota DPR RI yang dipimpin ketua rombongan Samsul Bahri ini mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Ketenagakerjaan Kota Palangka Raya.

Di BLK ini anggota DPR RI didampingi Walik Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Palangka Raya, Said Sulaiman melihat para peserta yang sedang belajar dan melihat kondisi sarana dan prasarananya.

Di BLK yang dulunya milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang kemudian dihibahkan ke Pemerintah Kota Palangka Raya ini para anggota DPR RI mendapati fakta jika sarana dan prasarana yang dimiliki BLK sudah tidak layak lagi digunakan sebagai media untuk praktek.

“Peralatan praktek harus di-upgrade, misalnya bidang latihan service mobil yang digunakan mesinnya kuno-kuno. Jenis mobil yang dibuat praktek masih keluaran era 1980-an,” ucap Anshari Siregar, Anggota DPR RI saat sesi tanya jawab.

Selain itu anggota DPR RI juga menyoroti keberadaan BLK yang secara umum kurang memuaskan dalam mengurangi jumlah pengangguran di Kota Palangka Raya.

Bayangkan saja saat ini jumlah pengangguran di Kota Cantik sudah mencapai 1.920 jiwa, sedangkan kemampuan BLK dalam memberikan pelatihan maksimal hanya 16 orang per jurusan.

Untuk itu BLK Palangka Raya disarankan memperbanyak peserta yang dilatih ketrampilan, sehingga jumlah pengangguran yang sebanyak itu bisa berkurang. Teorinya jika para penganggur itu diberi ketrampilan, maka bisa membuka usaha, bahkan bisa menciptakan peluang kerja bagi yang lainnya.

Sementara itu Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio mengucapkan terima kasih kepada Komisi IX DPR RI yang telah melakukan kunjungan kerja dengan melihat kondisi BLK yang terletak di Jalan Tjilik Riwut Km 7 tersebut.

Soal keberadaan BLK yang dinilai masih kurang memuaskan, Mofit punya alasan tersendiri. Mofit menyebut kondisi Palangka Raya ini sangat berbeda dengan daerah lain, khususnya soal peluang usaha dan peluang lapangan kerja.

Di Palangka Raya tidak semua bidang usaha ada, tapi jurusan yang diberikan pelatihan di BLK hampir semuanya ada. Untuk itu wakil walikota menawarkan bagaimana jika ke depan proses pelatihan di BLK difokuskan pada beberapa jurusan yang memang diminati dan peluangnya ada di Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/nai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*