INFO
Komisi Penyiaran Indonesia Gelar Literasi Media

Komisi Penyiaran Indonesia Gelar Literasi Media

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Komisi Penyiaran Indonesia menggelar Literasi Media, Rabu (11/9/2019) di Aula Rektorat Universitas Palangka Raya.

Rektor Universitas Palangka Raya,  Elia Embang selaku tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan Literasi Media di Universitas Palangka Raya adalah untuk memberikan edukasi bagi kalangan mahasiswa baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berada di Kota Palangka Raya agar mereka cerdas dalam mengkonsumsi informasi dari media, baik media konvensional maupun media digital.

Lanjut Embang, kebutuhan informasi dapat diakses oleh masyarakat luas dari berbagai media seiring dengan perkembangan teknologi menuju revolusi industri digital 4.0. Namun tentunya media yang berada di daerah harus tetap menjaga kearifan lokal dengan mencerminkan jati diri bangsa sebagai satu kesatuan NKRI.

Senada dengan yang disampaikan oleh Rahmat Nasution Hamka, sebagai salah satu narasumber dari Anggota Komisi II DPR RI yang juga sebagai tokoh pemuda Palangka Raya,  katakan bahwa saat ini perlu mengembalikan kualitas media penyiaran karena dengan adanya media sosial, media pertelevisian tentunya mengalami pergeseran. KPI yang dibentuk untuk mengawasi media milik pemerintah perlu ada aturan dalam rangka memperkuat sistem kelembagaan KPI dan KPID juga perlu membentuk Forum Masyarakat Peduli Penyiaran di Daerah.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Yuliandre Darwis katakan bahwa Literasi Media merupakan bagian dari program KPI untuk menyadarkan kepada masyarakat akan pentingnya untuk menjadi konsumen media yang cerdas. Tugas dari KPI adalah menjaga kepentingan publik di ruang media penyiaran. Selain itu juga murupakan bagian dari ruang konstitusional sosial karena informasi yang disampaikan bisa mempengaruhi pikiran publik. Ketika tidak ada negara hadir atau adanya pengawasan maka akan berpengaruh besar terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Konsumsi informasi di ruang televisi itu merupakan realitas, tidak hanya media konvensional tetapi juga media baru secara digital masyarakat harus bisa menyikapi dengan apa yang kita lihat atau tonton dan kita dengar.

Masyarakat harus bersama-sama menjaga ruang penyiaran indonesia, paham apa yang terjadi di dunia penyiaran sehingga masyarakat lebih terbuka terhadap konsep media penyiaran di Indonesia agar tidak digiring ke hal-hal yang negatif, tutur Yuliandre. (MC. Isen Mulang/win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*