INFO

Konsumsi Tempe Meningkat di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pembangunan sumber daya manusia Indonesia salah satunya didukung oleh pembangunan kesehatan masyarakat yang dapat memberikan manfaat dalam jangka yang panjang dan berkelanjutan. Hari Gizi Nasional (HGN) ke-60 tahun ini yang jatuh tanggal 25/1/2020. Salah satu sumber gizi warga kota Palangka Raya adalah tempe.

Suprapto, salah satu perajin tempe menyampaikan kebutuhan tempe kota Palangka Raya meningkat, sehingga kebutuhan bahan baku kedelai juga meningkat, dan berimbas sejak bulan kemarin harga bahan baku kedelai impor ini naik, ungkapnya.

“Kalau harga bahan baku naik, kami tidak serta merta tempe juga naik. Kalau harga tempe nggak bisa,” kata dia kepada pewarta Media Center Palangka Raya di Jalan Denok Palangka Raya, Sabtu (25/1/2020).

Suprapto menuturkan, biasanya kami menghabiskan 4 karung kedelai per hari dan per karung kedelai seberat 50 kg untuk diolah menjadi tempe. Tempe tersebut tiap subuh dijual ke Pasar Besar Palangka Raya, di sana sudah ditunggu pembeli untuk di jual kembali. Harga jual dari kami dengan harga Rp3.000 per potong dengan ukuran panjang sekitar 30×10 cm dengan tebal 2 cm dan harga Rp4000 perpotong dengan ukuran 40×5 cm dengan tebal 2 cm. (MC. Isen Mulang/Bambang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*