INFO
Langkah Preventif Antisipasi Karhutla

Langkah Preventif Antisipasi Karhutla

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Musim kemarau mulai terasa di Kota Palangka Raya, hal itu ditandai dengan cuaca yang panas dan terik.

Adanya peralihan musim ini, maka yang patut diwaspadai serta diantisipasi adalah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Terlebih, beberapa hari terakhir kebakaran lahan telah terjadi di sejumlah titik di Palangka Raya, seperti di kawasan lingkar luar Jalan Mahir Mahar, area lahan di Jalan Yos Sudarso 18 dan Jl. Tjilik Riwut Km 9 Palangka Raya.

Melihat hal ini Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin
mengingatkan agar semua perangkat daerah untuk terus mengantisipasi serta mencegah terjadinya karhutla.

Upaya mendeteksi hotspot (titik api) yang sewaktu-waktu bisa menyebabkan kebakaran lahan dan hutan secara kontinyu dilakukan.

“Saya terus menekankan kepada jajaran perangkat daerah untuk lebih waspada dalam memantau bahaya karhutla ini,” ucapnya, Sabtu (29/6/2019).

Pada satu sisi ujar Fairid, OPD yang memiliki tupoksi harus terus memberikan himbauan kepada masyarakat untuk berkontribusi mencegah kebakaran karhutla.

Terkhusus Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berperan langsung dalam pencegahan karhutla,” sebutnya.

“Dua OPD yang menjalankan pencegahan kebakaran karhutla tetap disiagakan,” bebernya.

Disinggung untuk penetapan status karhutla itu sendiri imbuh Fairid, pihaknya masih belum memutuskan status tersebut, baik status siaga maupun darurat karhutla.

“Kami melihat instansi teknis sudah mengambil antisipasi preventif dalam pencegahan karhutla di kota Palangka Raya, sehingga masih mampu tertangani dengan baik,” jelasnya.

Fairid menekankan, selain diperlukan antisipasi preventif, maka penting pula penguatan edukasi kepada masyarakat untuk lebih mengutamakan pencegahan karhutla terhadap lingkungan internalnya masing-masing.

“Ya, sampai saat ini bahaya karhutla tidak ada hal-hal yang perlu dikawatirkan. Sehingga belum perlu ditetapkan status,” tukasnya.

Kalaupun saat ini ada terpantau titik api tambah Fairid, lebih dipengaruhi beberapa faktor, bisa oleh perubahan iklim karena memang sudah memasuki musim kemarau. Bisa juga disebabkan oleh segelintir orang yang dengan sengaja atau tidak sengaja membakar lahannya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*