TERKINI

Launching Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK/SLB Provinsi Kalteng

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pada Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) tahun pelajaran 2020/2021 jenjang SMA/SMK/SLB, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar calon peserta paham proses PPDB 2020. Hal tersebut disampaikan pada launching PPDB yang dilaksanakan di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng Jalan RTA Milono Kota Palangka Raya, Senin (4/5/2020).

Gubernur Kalimantan Tengah dalam sambutan yang dibacakan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan, Mofit Saptono menyampaikan “PPDB SMA/SMK/SLB Provinsi Kalteng harus objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan non diskriminatif, yaitu sekolah harus dapat menerima semua anak lulusan SMP/MTs yang berada di zonanya tanpa melihat perbedaan jenis kelamin, status sosial, ekonomi dan agamanya”.

Dijelaskan pelaksanaan PPDB menggunakan 4 (empat) jalur penerimaan yaitu: jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur pindah tugas orang tua /wali dan jalur prestasi.

Jalur zonasi dan afirmasi agar diprioritaskan dalam pelaksanaan PPDB ini, sehingga ada pemerataan mutu pendidikan dan mendekatkan peserta didik dengan satuan pendidikan serta tidak meninggalkan hak anak dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan yang sama di sekolah terdekat.

Gubernur berharap, kedekatan domisili orang tua/wali dengan sekolah pada satu zona, akan membantu sekolah bersama -sama masyarakat untuk mengawasi dan mencegah peserta didik terlibat langsung atau menjadi korban tindak kekerasan, tindak kriminal maupun penyalahgunaan narkoba.

Penggunaan jalur perpindahan orang tua/wali dan jalur prestasi oleh satuan pendidikan pada PPDB dilakukan apabila masih tersisa kuota setelah penerimaan melalui jalur zonasi dan jalur afirmasi dengan tetap mengacu kepada Pedoman Pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021.

Berkenaan dengan status Tanggap Darurat Pandemi Covid -19 di Provinsi Kalimantan Tengah , maka kesehatan siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah serta masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan PPDB.

Pada proses PPDB satuan pendidikan harus menaati protokol kesehatan, oleh karena itu pelaksanaannya bisa secara online dan offline dengan mengoptimalkan penggunaan bantuan komputer yang sudah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng dan bantuan CSR dari pihak ketiga kepada setiap satuan pendidikan.

Diingatkan juga bagi sekolah yang melaksanakan PPDB secara offline harus melaksanakan aturan dengan mengatur waktu antrian datang ke sekolah pada tahap sosialisasi, pendaftaran dan pengumuman PPDB.

Gubernur Kalteng juga meminta kepada Inspektur Provinsi Kalimantan Tengah Dan Inspektur Kabupaten / Kota Se Kalimantan Tengah , agar dengan cermat ikut mengawasi unsur -unsur yang terlibat dalam proses pelaksanaan PPDB supaya tidak menyimpang.

Di akhir sambutannya disampaikan bahwa Gubernur memberikan apresiasi kepada para kepala satuan pendidikan dan guru yang masih tetap menjalankan tugasnya dalam situasi Tanggap Darurat Covid -19.Ini membuktikan bahwa guru adalah pahlawan pendidikkan yang penuh semangat dalam mencerdaskan generasi masa depan bangsa.
(MC. Isen Mulang/Bam/dk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*