INFO
Menebar Virus Membaca di Area Pinggiran Sungai Palangka Raya

Menebar Virus Membaca di Area Pinggiran Sungai Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Para penggiat literasi tampil sebagai sosok Kartini masa kini, dengan dedikasi tinggi berkomitmen meluangkan waktu dan tenaga untuk terjun ke daerah pinggiran demi menumbuhkan minat baca bagi anak – anak sebagai generasi penerus bangsa. Mereka menamakan diri dengan komunitas Sohib Literasi Indonesia atau dikenal dengan sebutan sohib. 

“Kami menemani anak – anak membacakan cerita dari beragam buku setiap hari Jumat pada pukul 15.30 – 16.30 di Flamboyan Bawah. Kegiatan ini sudah berlangsung selama 7 bulan dengan para relawan yang berasal  dari latar belakang yang beragam seperti mahasiswa hingga para pekerja” ungkap Gerry Olvina Faz salah satu tim relawan literasi.

“Tujuan kegiatan ini adalah mendorong anak – anak cinta literasi, utamanya yang berada di daerah rentan seperti pinggiran sungai, Flamboyan bawah. Daerah Flamboyan Bawah salah satu lokasi konsisten tempat kami melaksanakan kegiatan ini, sehingga kami beri nama Taman Baca Flamboyan Bawah. Namun beberapa minggu kebelakang kami juga melaksanakan kegiatan membaca di eks lokasi kebakaran di Puntun, sebagai trauma healing bagi anak – anak korban kebakaran” ucapnya.

“Pertama kali kegiatan kami buka, kami melakukan launching dengan kegiatan donasi buku. Kami juga pernah bekerja sama dengan yayasan Suara Hati Jogja untuk mengumpulkan buku anak-anak. Selain itu juga ada banyak dermawan yang dengan kebaikan hatinya  mendonasikan buku ke kami” tambahnya.

“Tantangan terbesar selama menjalani kegiatan ini adalah menanamkan pengaruh pada anak-anak. Menumbuhkan “ruh” semangat belajar, tekun membaca, menghargai, dan tanggungjawab. Anak-anak pada dasarnya sangat kooperatif, namun sejauh ini mereka belum mampu melakukan inisiasi untuk melakukan kegiatan literasi, masih sangat perlu pendampingan.

“Harapan kami, melalui kegiatan sederhana ini, kecintaan anak-anak terhadap buku dan minat membaca mulai terbentuk. Selain itu juga masyarakat semakin peduli dengan  lingkungan disana sehingga bisa menjadi lingkungan pembelajaran. Kami tidak hanya komunitas tapi juga menjadi penggerak komunitas” tutupnya.
(MC Kota Palangka Raya/Dina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*