INFO
Merdeka Belajar untuk Berubah dan Siapkan Generasi Unggul

Merdeka Belajar untuk Berubah dan Siapkan Generasi Unggul

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia menggelar pertemuan di aula PWM Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono, Palangka Raya.

Puluhan guru bahasa Indonesia dari SMA, MA, dan SMK hadir. Kebetulan pertemuan kali ini sekaligus digelar seminar dengan pembicara tunggal yang dihadirkan oleh Penerbit Erlangga.

Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA/MA Kota Palangka Raya, Jaya Kusuma menyatakan seminar ini adalah bentuk kerja sama MGMP dengan Penerbit Erlangga.

“Mudah-mudahan kegiatan ini turut mengembangkan kompetensi guru untuk terus memperbarui kegiatan pembelajaran dan mengikuti dinamika ke arah yang lebih baik untuk lebih menyiapkan peserta didik kita menghadapi berbagai perubahan di era industri 4.0,” tutur guru SMAN 4 Palangka Raya ini, Kamis (13/2/2020).

Sementara itu Kristiyono Prahoro Sakti, Konsultan Pembelajaran dan Penulis Buku dari Penerbit Erlangga dengan gayanya yang santai dan familiar memaparkan dan mengajak guru berdialog tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Terbaru dan Pengembangan Soal HOTS.

Sakti mengawali paparan dengan merespons euforia merdeka belajar yang dicetus Mendikbud Nadiem Makarim boleh membawa harapan untuk mengalirkan perubahan yang lebih progresif untuk menyiapkan generasi yang lebih unggul.

Salah satu yang mungkin menarik perhatian adalah kebijakan penyederhanaan administrasi guru. Beban administrasi guru yang selama ini bertumpuk dan dianggap memberatkan akan berkurang.

Kebijakan penyederhaan administrasi guru itu adalah perangkat pembelajaran. Di antaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP yang selama ini dibuat dengan banyak komponen, tapi kini punya peluang untuk dibuat lebih singkat dan padat.

Dengan demikian guru tidak perlu banyak waktu untuk menyusun, sehingga merasa terbebani. Meski format RPP kini singkat dan dimungkinkan hanya satu lembar, tapi bukan berarti sekedar format administratif.

“Jadi yang penting pelaksanaannya secara nyata untuk mewujudkan rencana. Aksi kreatif untuk membelajarkan siswa untuk belajar secara merdeka dan aktif itu yang utama, bukan RPP-nya,” katanya. (MC. Isen Mulang/mt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*