INFO
Obat Berbahaya Harus Ditarik dari Pasaran

Obat Berbahaya Harus Ditarik dari Pasaran

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Anggota Komisi C DPRD Palangka Raya, Sigit Widodo mendukung instansi terkait yang segera mengambil langkah cepat untuk menarik produk-produk obat Ranitidin yang dinilai berbahaya.

Kenapa begitu ucap dia, pasalnya beberapa waktu lalu ramai diberitakan obat Ranitidin yang sejatinya digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus, yang biasanya dikonsumsi untuk menurunkan produksi asam lambung, obat tersebut ditenggarai mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA).

Informasi soal kandungan NDMA pada Ranitidin ini, awalnya disampaikan hasil kajian US Food and Drug Administration (US FDA) serta European Medicine Agency (EMA).

Disebutkan, NDMA merupakan turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami. Menurut studi, ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake), dan bersifat karsinogenik, sehingga dapat memicu kanker jika dikonsumsi melebihi ambang batas dalam jangka waktu yang lama.

“Kita dukung Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),
telah mengeluarkan perintah penarikan sejumlah obat yang mengandung Ranitidin dari peredaran. Karena berpontensi memicu penyakit kanker,”tegas Sigit, Selasa (8/9/2019).

Menurut politikus PDI Perjuangan di Kota Cantik ini, upaya penarikan obat tersebut juga sebagai langkah preventif serta memberi rasa aman bagi masyarakat, agar terhindar dari obat yang menjadi produk berbahaya.

Disisi lain dia menilai, agar keberadaan obat yang berbahaya serta menimbulkan efek samping negatif seperti itu sebaiknya tidak ada lagi peredarannya di pasaran.

“Apabila masyarakat yang selama ini memanfaatkan Ranitidin sebagai obat untuk penyakitnya, maka ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter dan apoteker, untuk mencari alternatif obat yang lebih aman,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*