INFO
Pajak Hotel Masih Bisa Ditingkatkan

Pajak Hotel Masih Bisa Ditingkatkan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Realisasi pajak hotel di Kota Palangka Raya selama lima tahun terakhir ini tidak stabil, bahkan cenderung turun.

Berdasarkan data dari Tim Ahli Analisa Potensi Pajak Daerah Kota Palangka Raya dari Universitas Brawijaya diketahui realisasi pajak hotel di 2014 sempat naik 8 persen atau mencapai Rp140 miliar.

Namun di 2015 turun menjadi 7,7 persen, 2016 turun lagi menjadi 6,11 persen, dan 2017 turun lagi menjadi 5,86 persen, namun di 2018 naik menjadi 6,43 persen.

Menurut Tim Ahli Analisa Potensi Pajak Daerah Kota Palangka Raya dari Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, Titov tidak stabilnya pajak hotel ini karena ada beberapa objek pajak yang pasif.

“Di 2014 ada 5 hotel pasif, 2015 ada 5 hotel pasif, 2017 ada 3 hotel pasif, dan 2018 ada 10 hotel pasif, sedangkan di 2018 yang aktif hanya 44 hotel,” kata Titov saat paparan analisa potensi pajak daerah Kota Palangka Raya di ruang Peteng Karuhei I kantor Walikota Palangka Raya, Senin (24/6/2019).

Sementara itu ada pula barak tidak aktif. Di 2017 ada 57 barak tidak aktif dari total 147 barak dan 2018 ada 81 barak tidak aktif dari total 180 barak.

Menurut Titov, potensi pajak hotel di Palangka Raya bisa dinaikkan lagi. Strategi yang bisa dilakukan pemerintah daerah yakni dengan meningkatkan sosialisasi dan pengawasan.

Bisa juga memberikan insentif bagi wajib pajak yang tidak aktif dan aktif, updating database wajib pajak, pilot project pemasangan alat pajak online, peningkatan pariwisata, dan mendorong kebijakan fasilitas lolak dalam kegiatan SOPD. (MC. Isen Mulang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*