INFO
Palangka Raya Aman Dari Ancaman Terorisme

Palangka Raya Aman Dari Ancaman Terorisme

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Palangka Raya sebagai ibu kota pemerintahan Provinsi Kalimantan Tengah yang dikenal dengan julukan ” Bumi Tambun Bungai” dan “Bumi Pancasila”  dibilang aman meskipun tiga hari yang lalu, Senin (10/6/2019) Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah bersama Tim Densus 88 mengamankan terduga teroris atau paham radikal yang baru 10 hari tinggal di salah satu barak yang terletak di jalan Pinus Permai III Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya. 
 
Meskipun ada kejadian tersebut Walikota Palangka Raya,  Fairid Naparin menghimbau agar masyarakat Kota Palangka Raya tetap tenang dan pastikan bahwa Kota Palangka Raya dalam kondisi aman. 
 
Adapun permasalahan adanya terduga teroris atau paham radikal di Kota Cantik ini telah ditangani oleh pihak berwenang sehingga masyarakat tidak perlu resah dan khawatir dengan keamanan Kota Palangka Raya. 
 
Namun demikian kita harus tetap waspada terhadap lingkungan masyarakat sekitar, bagi pendatang kita sangat terbuka namun tentunya juga harus mematuhi aturan-aturan, seperti harus melapor kepada RT/RW setempat dan terdata oleh RT/RW untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, jelas Fairid. 
 
Pemerintah Kota Palangka Raya, dengan adanya kejadian hari senin yang lalu melalui Dinas Sosial, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Lanjut Usia,  Ekha Raya. E Dohong saat di temui Tim Media Center Isen Mulang, Rabu (12/6/2016) di ruang kerjanya, mengatakan bahwa senin tiga hari yang lalu, pukul 21.00 WIB telah dihubungi pihak Polda untuk membantu para korban terpapar paham radikalisme. Dinas Sosial mempunyai tugas untuk melakukan pendampingan untuk layanan dukungan psikososial bagi ibu dan anak-anak yang terpapar paham radikalisme dengan jumlah total keseluruhan 32 orang (termasuk yang diserahkan dari Kabupaten Gunung Mas) . 
 
Mereka memerlukan perlindungan khusus setelah dilakukan assesment, consulting, dan terapi sosial selama 14 hari kedepan sejak tanggal 10 Juni 2019 yang lalu dan selanjutnya nanti akan diserahkan ke pihak Kementerian Sosial RI, mengingat mereka yang terpapar paham radikalisme bukan warga atau bukan penduduk Kota Palangka Raya sebab berasal dari luar daerah Kalimantan Tengah. 
 
Rencananya besok, Kamis (13/6/2019) Tim dari Kementerian Sosial RI akan datang ke Palangka Raya untuk meninjau langsung mereka yang terpapar paham radikalisme karena setelah 14 hari selanjutnya Kementerian Sosial RI yang akan menangani sampai ke pemulangan ke daerah asal dan lain sebagainya, tutup Ekha. (MC. Isen Mulang/win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*