INFO
Payung Literasi Bedah Buku Karya Siswa MTsN 1 Palangka Raya

Payung Literasi Bedah Buku Karya Siswa MTsN 1 Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Payung Literasi menggelar Mahaga Basa ke-19. Kali ini peluncuran dan bedah buku menjadi agenda kegiatan Payung Literasi di Palangka Raya.

Acara yang berlangsung di aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Tengah ini juga didukung Rumah Baca Bahijau dan Forum Guru Penegak Integritas.

Menariknya, buku yang diluncurkan merupakan kumpulan cerpen karya siswa. Enam siswa MTsN 1 Palangka Raya berhasil menulis kumpulan cerpen dan mempublikasikannya dalam sebuah buku.

Ini pencapaian luar biasa dan perlu diapresiasi. Mungkin ini yang kali pertama di Palangka Raya bagi generasi muda yang telah berkarya dan meluncurkan karya dalam sebuah acara bedah buku.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalimantan Tengah, Susana Ria Aden mengapresiasi kiprah Payung Literasi yang selalu memfasilitasi kegiatan literasi ini untuk para generasi muda.

“Kami mendukung kegiatan generasi muda yang mau berproses kreatif. Ini juga bagian dari upaya meningkatkan fungsi perpustakaan untuk meningkatkan minat baca bagi para pelajar,” katanya, Sabtu (29/6/2019).

Pihaknya akan senantiasa menyediakan fasilitas bagi para komunitas literasi yang menggelar kegiatan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis serta mencintai buku.

“Kami juga selalu menjalin kerja sama dengan komunitas Payung Literasi yang dikoordinatori Yusy Marie untuk terus membangkitkan dan menguatkan literasi di kalangan anak sekolah,” katanya.

Sementara itu dalam buku yang dibedah ini adalah kumpulan cerpen karya Aprilia Anggraini siswi MTsN 1 Palangka Raya. Kumpulan cerpen ‘Gubuk Dekat Masjid’ setebal 66 halaman ini memang tampak ringkas dan padat dengan isi 11 cerpen di dalamnya.

Cerpennya padat dengan isi cerita yang banyak mengandung cerita fantasi yang aneh dan penuh misteri. Ada nuansa tidak biasa yang mungkin membolak-balikkan logika dan akal sehat.

Namun ini adalah cerita fiksi. Segalanya bisa difantasikan dan diimajinasikan. Jagat fiksi yang imanjinatif itu bukan fakta. Oleh karena itu imanjinasi itu sangat luas tanpa batas. (MC. Isen Mulang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*