INFO
Pelajar Pelajari Asal Usul  “Piring Melawen”

Pelajar Pelajari Asal Usul “Piring Melawen”

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Asal usul ‘Piring Melawen’ menjadi materi yang menarik dipaparkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng, Guntur Talajan, dihadapan peserta didik SMA Negeri 4 Palangka Raya, Senin (27/9/2021).

Adapun penyampaian tentang asal usul piring melawen itu adalah salah satu bagian dari materi pelaksanaan kegiatan belajar bersama yang dilaksanakan Disbudpar Kalteng bersama UPT Musium Balanga, di Jalan Tjilik Riwut Km 2 Palangka Raya. Kegiatan dilaksanakan dengan terbatas dan penerapan protokol kesehatan ketat.

Kembali dalam paparannya pada kesempatan itu Guntur menjelaskan, asal usul piring melawen merupakan peradaban dari masyarakat Kalimantan dengan Bangsa Tiongkok pada masa lalu.

“Asal usul piring melawen (piring kramik) adalah dari bangsa Tiongkok yang dulunya berdagang datang ke tanah Kalimantan dengan sistem barter. Sedangkan untuk peradaban sendiri dari budaya tidak terpengaruh karena bangsa Cina Selatan datang hanya untuk misi perdagangan,” jelasnya.

Guntur menuturkan, beberapa barang yang bangsa Tiongkok bawa ke Pulau Kalimantan saat itu, yaitu barang-barang pecah belah, perunggu dan emas. Diantaranya seperti piring, guci, gong, kenong, gelang perunggu (gelang belian) dan lain-lain yang mereka barterkan dengan hasil hutan yang dijual oleh orang Dayak di Kalimantan.

“Sampai saat ini beberapa peninggalan bangsa Tionghoa masih disimpan oleh sebagian suku Dayak di Kalimantan. Seperti piring malawen, belanga (guci) dan peralatan keramik lainnya. Itulah sedikit inti dari asal usul piring malawen yang ada di Kalimantan,”paparnya.

Maka itu tambah Guntur, penting para pelajar yang merupakan generasi penerus, untuk memiliki wawasan dan pengetahuan akan benda-benda yang bernilai kearifan lokal. “Tujuan akhirnya adalah memiliki jati diri untuk turut melestarikan kebudayaan. Khususnya kearifan lokal suku Dayak,”ujarnya.

Sementara itu, Chici salah seorang peserta belajar bersama dari SMA 4 Palangka Raya mengatakan, melalui kegiatan itu dirinya mendapatkan pemahaman tentang beberapa hal yang memang belum diketahuinya, bahkan ia menyampaikan kesannya dengan kegiatan belajar bersama ini banyak wawasan yang diperoleh dari sumber yang mengatahui sejarahnya secara langsung.

“Bagus kegiatan seperti ini, karena banyak wawasan yang saya dapatkan. Bahkan kami selaku peserta bisa melihat langsung benda-benda koleksi peninggalan yang ada di museum. Dengan adanya belajar bersama ini kami mendapatkan pengetahuan yang sangat berarti. Termasuk pentingnya keberadaan museum,”pungkasnya. (MC. Isen Mulamg.1/wspd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*