INFO
Pelaku Usaha Ritail dan Perumahan  Harus Perhatikan Drainase

Pelaku Usaha Ritail dan Perumahan Harus Perhatikan Drainase

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pembangunan pusat perbelanjaan seperti pertokoan, swalayan, mini market hingga ritail modern seperti mall termasuk pembangunan perumahan, terus dilakukan oleh para investor dan pengembang di Kota Palangka Raya.

Salah satunya City Walk yang bakal dibangun di kawasan Adonis Samad pada awal Februari mendatang dan ditargetkan rampung hingga akhir tahun ini.

Terlepas kian ramainya iklim investasi di sektor pembangunan pusat perbelanjaan dan perumahan, namun yang terpenting para pelaku usaha atau investor diminta jangan sampai mengabaikan pentingnya pembangunan drainase disekitar lokasi pembangunan.

“Intinya jangan sampai mengabaikan pembangunan drainase. Itupun harus dibangun dengan standar yang baik sehingga tidak menjadi masalah dikemudian hari,”ungkap Ketua Komisi B DPRD Palangka Raya, Nenie A Lambung, Minggu (26/1/2020).

Menurut legislator PDI Perjuangan ini, persoalan drainase selama ini kerap terabaikan ketika banyaknya kegiatan pembangunan pusat perbelanjaan maupun perumahan.

Kalaupun tetap memperhatikan drainase, itupun dibangun tanpa perhitungan yang matang ataupun standar dari sistem drainase yang ideal.

“Harusnya bukan sekedar asal bangun, tanpa memperhatikan standar drainase yang diharapkan ataupun konektivitas saluran yang ideal,”ujarnya lagi.

Nenie melihat, secara fisik pembangunan drainase yang dilakukan para pelaku usaha pertokoan ataupun pengembang perumahan , selalu mengabaikan fungsi sesungguhnya. Seharusnya disamping kualitas pembangunan drainase tetap diperhatikan, di sisi lain konektivitas saluran harus terpenuhi.

Sebelumnya Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPM-PTSP, Akhmad Fordiasyah mengatakan, pembangunan City Walk yang dilaksanakan oleh pihak swasta harus perhatikan drainase.

“Pembangunan jangan sampai menutup drainase, dan juga wajib membuat yang baru,”tegasnya.

Dia mengatakan, selain membuat drainase yang baru maka para pelaku usaha maupun pengembang juga harus membuat saluran air yang langsung terhubung menuju saluran primer terdekat.

“Banjir yang kerap terjadi juga disebabkan luapan air pada drainase yang tidak terhubung ke saluran primer,”tandasnya. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*