TERKINI

Pembuatan Ogoh-ogoh Menjelang Hari Raya Nyepi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dua minggu lagi, warga Bali di Kota Palangka Raya akan merayakan hari raya Nyepi (25/3/2020). Menjelang Nyepi warga Bali biasanya beramai-ramai merakit boneka raksasa atau yang dikenal dengan nama Ogoh-ogoh. Pada umumnya Ogoh-ogoh terbuat dari bambu yang dianyam sedemikian rupa untuk membentuk sebuah patung, baik itu berupa tokoh pewayangan atau tema lainnya, dan khusus kali ini tema Dewi Durga Maiya dan Candro Berag (anjing kurus).

Seniman patung Ogoh-ogoh, Made Widana alias Yoga Penjor (42) mengatakan, “Ogoh-ogoh dibuat dengan bahan bambu atau kayu dan juga koran bekas, kawat alumunium, besi batangan untuk kerangka, sedikit styrofoam untuk yang dibentuk misal dada, kaki dan wajah, diakhir nanti juga digunakan serbuk gergaji, agar terlihat seperti bulu dan cat untuk pewarnaan, serta mesin penggerak elektrik di kepala.”

Pembuatan ini sudah mencapai 50 persen dan diharapkan seminggu sebelum Hari Raya sudah selesan 100 persen. Semua pekerjaan ini dibantu seniman yang tergabung dalam Komunitas Seni Darma Bakti , di Jalan G. Obos VIIIb Palangka Raya, Minggu (1/3/2020).

“Dana untuk pembuatan Ogoh-ogoh ini dari swadana anggota komunitas Seni Darma Bakti, dan selama ini berjalan lancar karena semua dikerjakan gotong-royong”, tambah Yoga Penjor.

Dijelaskan juga salah satu sesepuh masyarakat Bali di Kota Palangka Raya, I Nyoman Surasana (61) menyampaikan makna dari patung Ogoh-ogoh Durga Maiya, “Ini menggambarkan sebagai Dewi yang turun ke dunia melihat keadaan perilaku manusia, mengambil wujud Durga Maiya dan diiringi salah satu pengikut Candro Berag atau anjing kurus”

“Ketika melihat perilaku manusia yang jahat, Durga Maiya akan mengingatkan agar tidak berbuat jahat lagi” jelas I Nyoman Surasana. (MC. Isen Mulang/Bam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*