INFO

Pembuatan Sekat Kanal dalam Kesiapan Pencegahan Karhutla di Kota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Fairid Naparin dan Wakilnya Umi Mastikah melakukan pengecekan hasil pekerjaan pembuatan sekat kanal dan embung di kelurahan Tumbang Tahai dan kelurahan Habaring Hurung, kecamatan Bukit Batu, Senin sore (28/1/2019).

Fairid mengatakan pembuatan sekat kanal dan embung tersebut merupakan bagian dari program pemerintah kota Palangka Raya dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pengecekan tersebut diikuti oleh Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Suprianto, didampingi Kabid Penanggulangan Bencana pada BPBD Kota Palangka Raya, Kaffeno Nahan, Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Aratuni Jaban, Camat Bukit Batu Herwin,  beserta rombongan lainnya.

BPBD Kota Palangka Raya sudah membuatan 22 sekat kanal dan 3 embung dalam rangka pencegahan karhutla di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Palangka Raya.

Kaffeno menjelaskan bahwa sebaran wilayah kelurahan yang dilakukan pembuatan sekat kana pada lahan gambut dan embung antara lain berada pada kelurahan Kameloh Baru ada 5 sekat, kelurahan Kalampangan 7 sekat, di kelurahan Kereng Bangkirai 3 sekat, kelurahan Palangka terdapat 1 sekat, kelurahan Bukit Tunggal 3 sekat, kelurahan Petuk Ketimpun 1 sekat, kelurahan Marang 1 sekat dan kelurahan Tumbang Tahai 1 sekat.

Sedangkan untuk pembuatan embung kata Kaffeno di kelurahan Habaring Hurung terdapat 2 embung dan di kelurahan Kalampangan 1 embung.

Pengecekan dilakukan pada lokasi sekat-22 kelurahan Tumbang Tahai dengan koordinat 133°45’14.3000″E / 2°03’45.6100″S dan lokasi embung-1  dan di kelurahan Habaring Hurung dengan koordinat 113°43’24.4000″E / 2°01’19.4000″S.

Lahan gambut merupakan salah satu kawasan yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan maka untuk itu dilakukan rekayasa pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan salah satunya pembuatan Sekat Kanal dan Embung.

Sekat Kanal merupakan saluran air buatan yang berfungsi menyanggah persediaan air, sedangkan embung merupakan tandon air atau waduk berukuran kecil pada suatu lahan yang bertujuan menampung kelebihan air hujan dimusim penghujan dan pemanfaatannya pada musim kemarau untuk berbagai keperluan baik di bidang pertanian maupun kepentingan masyarakat banyak. (MC. Isen Mulang/Usep)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*