INFO
Pemko Gelar Assesment Kompetensi Pejabat Eselon II Gandeng UIN Jakarta

Pemko Gelar Assesment Kompetensi Pejabat Eselon II Gandeng UIN Jakarta

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, kembali menggelar lelang jabatan terbuka untuk eselon II. Dimana tahapannya kali ini sudah pada assessment kompetensi pejabat.

Menurut Walikota Palangka Raya HM Riban Satia, untuk assessment ini pihaknya menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulah Jakarta, guna  menilai dan memproses dari assessment kompetensi para pejabat.

“Kita menggandeng pihak UIN Jakarta ini, khusus untuk tim assessment bagi pejabat yang akan mengikuti lelang jabatan yang dilakukan Pemko Palangka Raya, ujarnya, Kamis (24/5/2015).

Riban mengatakan, dilakukannya lelang jabatan terbuka atau open bidding ini, karena masih ada 11 jabatan yang sampai saat ini masih kosong atau hanya dijabat oleh Plt saja. Sebab apabila terlalu lama maka tidak baik juga untuk jalannya roda pemerintahan.

“Kalau lama-lama juga tidak bagus kedepannya, walaupun ada pejabat yang menggantikan sementara, namun akan berbeda  ketika ada yang betul-betul tetap di posisi itu,” terangnya lagi.

Dikatakan, hingga saat ini untuk tim seleksi (timsel) lelang jabatan terbuka eselon II tersebut masih dibentuk oleh pihak Pemko sendiri. Hal itu dikarenakan,  ranahnya hanya masih pejabat daerah saja, berbeda kalau lelang jabatan untuk Sekretaris Daerah (Sekda). Yang ranahnya harus sampai ke pusat.

“Cukup daerah saja untuk timsel pejabat pratama ini, dan dalam asessement itu selain uji kompetensi. Maka yang dilihat pula apakah mampu menguasai bidang-bidang di pemerintahan ini,” tandas Riban.

Terpisah Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Palangka Raya, Nyta Bianyta Rezza menjelaskan, jabatan yang kosong tersebut seperti jabatan Asisten I dan II Setda Kota Palangka Raya, jabatan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepala Dinas Kesehatan (Dinkes). Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Kepala Sat Pol PP.

“Open bidding ini memang untuk jabatan yang kosong makanya kita lakukan assessment yang didahulukan dengan pemetaan jabatan yang kosong tadi,” beber Nyta. (MC. Isen Mulang.1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*