INFO

Pemkot Palangka Raya Gelar Merah Putih di Tugu Soekarno

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Riban Satia dan Wakilnya Mofit Saptono Subagio serta seluruh jajarannya berkumpul di Tugu Soekarno Jalan S Parman, Minggu (6/8/2017) pagi.

Berkumpulnya para pejabat pemkot dan lintas instansi yang juga dihadiri Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda pada Kementerian Pemuda dan Olahraga, Alman Hudri ini dalam rangka ‘Gelora Bulan Kemerdekaan’ Gelar Merah Putih dan Gowes Pesona Nusantara 2017.

Tujuan dilaksanakannnya Gelar Merah Putih ini untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme anak bangsa.

Selain itu untuk mempersatukan seluruh elemen dan menangkal radikalisme dan narkoba serta hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dan NKRI.

Tujuan lainnya untuk meningkatkan dan menghayati kembali nilai-nilai perjuangan yang menandai kemerdekaan di nusantara. Dimana perjuangan yang sudah diraih harus terus dilanjutkan dengan mengisi kemerdekaan disemua bidang pembangunan.

Dalam Gelar Merah Putih yang dihadiri dari semua elemen masyarakat ini juga dilakukan Ikrar Kebangsaan untuk Merah Putih Indonesia Kerja Sama yang dipimpin oleh TNI/Polri.

Melalui momen ini pula walikota menyerahkan sekaligus melakukan penyematan PIN Satgas Anti Radikalisme yang diwakili waka polres, Satgas Anti Narkoba diwakili Kepala BNN Palangka Raya, Soeja’i, dan Satgas Penanggulangan Konflik Sosial diwakili Kepala Kesbangpolinmas Palangka Raya, Januminro.

Sementara itu dalam sambutannya walikota mengatakan Bendera Merah Putih telah digunakan oleh nenek moyang pada masa Kerajaan Majapahit, masa peperangan, maupun dalam peringatan upacara kebesaran raja.

Tidak hanya itu Bendera Merah Putih saat masa perjuangan juga sudah digunakan untuk melawan penjajah sampai abad ke-20 untuk merebut kemerdekaan RI dan secara resmi dikibarkan pada 17 Agustus 1945 dan ditetapkan menjadi bendera nasional sesuai UUD 1945.

Dijelaskan, Bendera Merah Putih memiliki filosofi merah bermakna berani dan putih bermakna suci, makna lain warna merah melambangkan tubuh manusia dan putih melambangkan jiwa manusia, sehingga Bendera Merah Putih memiliki makna manusia yang seutuhnya.

Pesan kebangsaan yang disampaikan Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1963 yaitu bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa tidak dapat berdiri sebagai bangsa yang merdeka dan perjuangan ku lebih mudah mengusir penjajah, sedangkan perjuangan mu lebih sulit karena melawan bangsa mu sendiri.

Demikian pula pesan Mohammad Hatta yaitu jatuh bangunnya negeri ini sangat tergantung dengan bangsa ini sendiri makin pudar persatuan dan kepedulian Indonesia tinggal nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan harapkan bangsa lain respek dengan bangsa ini bila kita gemar memperdaya antar sesama anak bangsa, merusak dan mencuri kekayaan ibu pertiwi.

Pesan kebangsaan ini menurut walikota menjadi tantangan dan memberikan motivasi bagi kita sebagai generasi penerus bangsa dengan semangat gotong royong dan kebersamaan rela berkorban demi menjaga keuntuhan dan mampu mewujudkan cita-cita bangsa dan negara.

Sebab para pendiri bangsa ini telah sepakat membuat pedoman hidup berbangsa dan bernegara untuk diamalkan dalam kehidupan yakni pancasila yang merupakan hasil perjuangan bangsa yang bersifat dinamis dan mempersatukan segara bangsa Indoinesia yang terdiri dari lima sila. (MC. Isen Mulang)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*