INFO
Penerapan PTM Terbatas Siap, Tinggal Tunggu Evaluasi

Penerapan PTM Terbatas Siap, Tinggal Tunggu Evaluasi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Akhmad Fauliansyah mengatakan, satuan pendidikan, baik sekolah pada jenjang TK, SD dan SMP pada tahun pembelajaran 2021-2022 di Kota Palangka Raya, sejatinya telah siap menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.

Hanya saja, dikarenakan masih tingginya kasus penyebaran Covid-19 di Kota Palangka Raya, membuat rencana PTM tersebut kembali ditunda.

“Mengapa saya katakan siap, karena jauh sebelumnya kami sudah menyusun keputusan Wali Kota (Kepwal) tentang PTM terbatas ini”ungkap Fauliansyah, Kamis (15/7/2021).

Tidak hanya sampai disitu saja, langkah kesiapan menerapkan PTM ungkap Fauliansyah, sudah disosialisasikan jauh jauh hari kepada pihak sekolah dan peserta didik. Termasuk melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolan (MKKS) tingkat SMP, maupun melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) tingkat SD.

“Bahkan diperkuat dengan simulasi-simulasi PTM pada kondisi pandemi, yang dilaksanakan pada sejumlah sekolah,” sebutnya.

Masih terkait persiapan menghadapi rencana PTM sambung Fauliansyah, maka berbagai syarat lain juga telah dipenuhi. Seperti pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi para guru. Dimana setidaknya 3.700 lebih tenaga pendidik, baik guru PNS maupun non PNS telah divaksin.

“Bisa dikatakan sudah mencapai sekitar 90 persen. Kalau ada yang belum divaksin tentu ada alasannya, seperti sedang hamil, penyakit bawaan, tensi tinggi dan alasan lain,”jelasnya.

Terlepas dari itu semua tambah Fauliansyah, maka pada saatnya semua akan menunggu hasil evaluasi dari Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, terkait aturan bisa atau tidaknya PTM terbatas diterapkan di Kota Palangka Raya.

Adapun ditanya terkait kesiapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring yang sementara ini masih diterapkan pada awal ajaran baru tahun ini, menurut Fauliansyah, semuanya kembali berpulang pada kesiapan masing-masing satuan pendidikan.

“Ibarat kata, Kepala Sekolah berikut para gurunya sudah ada pengalaman dalam menjalankan metodenya, karena PJJ ini sudah berjalan satu tahun lebih selama pandemi,” tandasnya. (MC. Isen Mulang.1/wspd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*