TERKINI
Pengetahuan Orangtua Penting Cegah Stunting

Pengetahuan Orangtua Penting Cegah Stunting

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Persoalan stunting atau gagal tumbuh yang membuat anak mengalami kekerdilan telah menjadi lingkaran permasalahan. Pemerintah melalui berbagai program terus melakukan implementasinya hingga level akar rumput demi dapat mencegah stunting.

Menurut Staf Bidang Imunisasi Puskesmas Pahandut Palangka Raya, Muriani, banyak faktor yang memicu stunting. Seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi.

“Faktor lainnya yakni minimnya pengetahuan keluarga khususnya orangtua.Terutama kurang memperhatikan proses tumbuh kembang anak, dan pemenuhan kebutuhan gizinya. Kelemahan inilah yang dapat pemicu stunting,” ungkapnya, Jumat (12/8/2022).

Disampaikan Muriani, faktor-faktor pemicu stunting itulah yang sejauh ini secara kontinyu selalu disosialisasikan dilapangan. Baik saat kegiatan posyandu, penyuluhan, maupun program pendampingan konseling.

“Upaya mencegah stunting ini terus dilakukan oleh Puskesmas Pahandut. Baik melalui penyuluhan, hingga program pendampingan, konseling dan pemeriksaan kesehatan kepada calon pengantin (catin),”tambahnya.

Lebih lanjut Muriani menjelaskan penyebab stunting secara umum, yakni lebih dikarenakan kekurangan gizi dalam waktu lama, yaitu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1000 hari pertama kelahiran).

Penyebab lainnya, karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.

Lalu, faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik. Termasuk ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan, dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak. Termasuk perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab anak stunting.

“Sebab itulah penting ibu yang tengah hamil menjaga kesehatan, asupan makanan dan gizi. Termasuk akses sanitasi dan air bersih.Intinya, orangtua perlu memiliki pengetahuan mencegah stunting,”tutup Muriani. (MC. Isen Mulang.1/wspd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*